LOCUSONLINE, BANDUNG – Ketika sebagian masyarakat mulai menutup koper dan kembali ke rutinitas, aparat kepolisian justru belum bisa ikut “move on” dari suasana Lebaran. Usai berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polda Jawa Barat langsung menggeber Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebuah langkah yang terdengar rutin, tapi dijalankan dengan intensitas ekstra.
Ribuan personel dikerahkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Fokusnya tak jauh dari “tiga serangkai klasik” arus balik, pusat keramaian, dan destinasi wisata yang selalu ramai begitu momen libur panjang tiba.
Baca Juga : One Way, One Drama: Jalan Tol Disulap Jadi Jalur Satu Arah, Pemudik Diminta Ikut Arus Bukan Perasaan
Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menegaskan bahwa KRYD bukan sekadar formalitas pasca-operasi, melainkan strategi lanjutan untuk mencegah gangguan keamanan yang biasanya muncul setelah euforia Lebaran mereda.
“Ini untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, premanisme, hingga kemacetan,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026). Sebuah pengingat bahwa setelah silaturahmi selesai, tantangan di jalanan justru sering dimulai.
Dengan mobilitas masyarakat yang tinggi di wilayah Jawa Barat, kehadiran aparat di lapangan dinilai menjadi kebutuhan mutlak. Polisi pun memperkuat patroli di berbagai titik strategis mulai dari rest area tol, terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, hingga kawasan wisata.
Selain patroli, langkah lain yang diambil mencakup razia kendaraan secara selektif dan pengaturan lalu lintas di titik rawan. Rekayasa seperti sistem satu arah (one way) dan contra flow juga disiapkan opsi yang biasanya muncul ketika jalan mulai kehilangan kesabarannya.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










