EkonomiNasionalNewsPolitik

Selat Hormuz Bukan Jalan Tol: Kapal RI Butuh ‘Restu Global’ untuk Sekadar Lewat

bhegins
×

Selat Hormuz Bukan Jalan Tol: Kapal RI Butuh ‘Restu Global’ untuk Sekadar Lewat

Sebarkan artikel ini
Image j0ynowj0ynowj0yn
Foto Ilustrasi AI

LOCUSONLINE, JAKARTA – Di saat sebagian orang mengeluhkan macet di jalan darat, pemerintah Indonesia kini menghadapi versi yang jauh lebih kompleks “kemacetan geopolitik” di jalur laut strategis dunia. Selat Selat Hormuz, yang biasanya menjadi urat nadi perdagangan energi global, kini berubah menjadi jalur yang butuh lebih dari sekadar navigasi, yakni koordinasi lintas negara.

Pemerintah bersama sejumlah pihak terkait terus memperkuat komunikasi demi memastikan kapal-kapal Indonesia yang berada di kawasan Teluk Persia dapat melintas dengan aman. Sebab, di kawasan ini, risiko bukan hanya soal gelombang laut, tapi juga dinamika politik yang bisa berubah secepat arus.

tempat.co

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa koordinasi intensif dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memastikan kelancaran pelintasan.

“Bukan hanya soal muatan, keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama,” ujarnya, Minggu (29/3). Sebuah penegasan yang mengingatkan bahwa dalam situasi seperti ini, manusia tetap lebih penting daripada komoditas.

Dari sisi diplomasi, juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyebut koordinasi telah dilakukan sejak awal, termasuk dengan pemerintah Iran. Respons positif disebut telah diterima, meski kini prosesnya bergeser ke tahap teknis sebuah fase di mana detail kecil bisa menentukan apakah kapal bisa lewat atau harus menunggu.

Sementara itu, Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping, tengah menyiapkan segala aspek agar dua kapalnya Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintas dengan aman.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow