EkonomiOpiniOtomotif

Pengamat Dorong Regulasi EV Lebih Menyeluruh di Tengah Tekanan Harga Energi Global!

rakyatdemokrasi
×

Pengamat Dorong Regulasi EV Lebih Menyeluruh di Tengah Tekanan Harga Energi Global!

Sebarkan artikel ini
Pengamat Dorong Regulasi EV Lebih Menyeluruh di Tengah Tekanan Harga Energi Global! locusonline featured image Apr 2026

[Locusonline.co] Jakarta – Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, mendorong pemerintah untuk menghadirkan regulasi yang lebih menyeluruh dalam pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di tengah tekanan harga energi global. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini membebani APBN melalui subsidi energi yang membengkak.

“Insentif kendaraan listrik dinilai tetap penting sebagai langkah strategis. Dari sisi operasional, kendaraan listrik menawarkan efisiensi biaya yang signifikan,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

tempat.co

Efisiensi Biaya EV vs Kendaraan Konvensional

Agus memaparkan perbandingan biaya operasional yang sangat kontras antara EV dan kendaraan konvensional (ICE):

Jenis KendaraanBiaya Energi per Bulan
Kendaraan Listrik (EV)Ratusan ribu rupiah
Kendaraan Konvensional (ICE)Jutaan rupiah

“Keunggulan biaya ini membuat kendaraan listrik semakin menarik bagi masyarakat dan negara. Apalagi sekarang lebih praktis karena bisa diisi daya di rumah,” ujarnya.

Subsidi Energi Membengkak: Rp394,3 Triliun pada 2025!

Agus mengungkapkan data subsidi energi yang terus meningkat secara signifikan:

TahunSubsidi & Kompensasi Energi
2020Rp95,7 triliun
2023Rp159,6 triliun
2024Rp203,4 triliun
2025Rp394,3 triliun
2026 (RAPBN)Rp210,06 triliun

Subsidi energi ini terutama dialokasikan untuk BBM dan LPG. Lonjakan signifikan pada 2025 menunjukkan betapa besarnya beban fiskal yang ditanggung negara akibat ketergantungan pada energi fosil.

Jangan Parsial! Perlu Skema Insentif Tepat Sasaran

Agus mengingatkan bahwa kebijakan transisi energi tidak boleh dilakukan secara parsial. Pemerintah perlu menyempurnakan skema insentif kendaraan listrik agar lebih tepat sasaran.

Salah satu opsi yang diusulkan adalah mengaitkan pembelian EV dengan mekanisme tukar tambah (trade-in) kendaraan lama berbahan bakar minyak. Skema ini diharapkan dapat:

  • Mengurangi jumlah kendaraan ICE di jalan
  • Mempercepat adopsi EV
  • Memberikan nilai ekonomis bagi pemilik kendaraan lama

Transisi Energi: Bukan Sekadar Tambah Jumlah Kendaraan

Agus menekankan bahwa kebijakan kendaraan listrik harus dirancang secara komprehensif. Transisi energi tidak boleh sekadar menambah jumlah kendaraan listrik di jalan, tetapi harus benar-benar mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“Secara keseluruhan, ia menekankan bahwa kebijakan kendaraan listrik harus dirancang secara komprehensif agar transisi energi tidak sekadar menambah jumlah kendaraan, tetapi benar-benar mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil,” tegasnya.

Pemerintah Percepat Ekosistem EV Nasional

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa tingginya konsumsi energi, khususnya dari sumber fosil, mendorong pemerintah semakin serius mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai langkah menuju transisi energi bersih.

Upaya yang dilakukan meliputi:

AspekLangkah
Penguatan industriPengembangan industri EV dalam negeri
Infrastruktur pendukungPenyediaan stasiun pengisian daya
InsentifPemberian kemudahan untuk memperluas adopsi EV

Pemerintah tengah menyiapkan berbagai kemudahan serta insentif untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut agar sejalan dengan target yang telah ditetapkan.

Di tengah tekanan harga energi global dan beban subsidi BBM yang terus membengkak (mencapai Rp394,3 triliun pada 2025), percepatan adopsi kendaraan listrik menjadi keniscayaan. Namun, insentif harus diberikan secara tepat sasaran, dan kebijakan harus komprehensif—bukan sekadar menambah jumlah EV, tetapi benar-benar mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Skema trade-in kendaraan lama menjadi salah satu opsi yang patut dipertimbangkan. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow