Bisnis

Si Kuat yang Terseok: BBRI Pamer Laba Triliunan, tapi Ditinggal Massa di Pasar

rakyatdemokrasi
×

Si Kuat yang Terseok: BBRI Pamer Laba Triliunan, tapi Ditinggal Massa di Pasar

Sebarkan artikel ini
Si Kuat yang Terseok, BBRI Pamer Laba Triliunan, tapi Ditinggal Massa di Pasar locusonline featured image

[locusonline.co] Saham bank milik negara yang kerap dijuluki “saham sejuta umat” ini memang sedang menjadi pusat perhatian, bukan karena lonjakannya, tetapi justru karena tekanan yang dialaminya. Di balik dividennya yang menggoda, tersimpan sebuah pertarungan antara fundamental kokoh dan sentimen pasar yang gamang.

Berikut adalah ringkasan performa dan rekomendasi analis untuk saham BBRI:

tempat.co
AspekKinerja / Data Terkini
Harga (26 Nov 2025)IDR 3,800
PerubahanTurun IDR 30 (-0.78%) dari penutupan sebelumnya di IDR 3,830
Rentang Hari IniIDR 3,780 – IDR 3,830
Rentang 52 MingguIDR 3,360 – IDR 4,450
Rekomendasi Analis15 Beli, 4 Hold, 2 Jual
Target Harga Rata-rataIDR 4,505 (potensi kenaikan +18.86%)
Imbal Hasil Dividen8.97%

Tekanan Pasar dan Sentimen Investor

Tekanan Pasar dan Sentimen Investor

Pada perdagangan hari ini, Selasa, 26 November 2025, saham BBRI tercatat melemah dan ditutup pada posisi IDR 3,800 . Pelemahan ini melanjutkan tren tekanan yang terlihat dari performanya dalam dua minggu terakhir, di mana harga saham bergerak dalam kisaran IDR 3,830 hingga IDR 4,050 sebelum akhirnya terkoreksi .

Sentimen di kalangan investor ritel, setidaknya yang terekam di platform komunitas, terlihat cukup pesimistis . Banyak komentar yang menyoroti kecurigaan akan adanya “fake bid” atau penawaran palsu yang dianggap sebagai jebakan untuk menarik minat beli investor ritel . Komentar-komentar seperti “tiati fake bid guys” dan “yok bisa 3710 dulu…” menggambarkan suasana hati dan ekspektasi harga yang lebih rendah di antara sebagian investor .

Di Balik Layar: Membedah Fundamental BBRI

Di balik tekanan harga jangka pendek, laporan keuangan BBRI justru memperlihatkan tanda-tanda pemulihan dan ketahanan fundamental setelah sempat tertekan di awal tahun.

  • Rebound di Kuartal Ketiga: Laba bersih BBRI pada kuartal ketiga 2025 (3Q25) menunjukkan pemulihan yang signifikan, tumbuh 15% secara kuartalan (QoQ) menjadi Rp14,5 triliun . Pemulihan ini didorong oleh penurunan beban pencadangan (provision expense) dan efisiensi pajak . Meski secara tahunan (YoY) laba 9M25 masih turun 10%, tren kuartalan ini menjadi sinyal positif .
  • Pertumbuhan Kredit yang Terjaga: Total kredit BRI hingga September 2025 tumbuh 6% (YoY) menjadi Rp1.438 triliun, dengan kontribusi kuat dari anak perusahaannya . Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sehat di 97.5% menunjukkan kemampuan likuiditas yang kuat untuk mendukung ekspansi kredit ke depan .
  • Struktur Pendanaan yang Sehat: BRI berhasil memperkuat struktur pendanaannya dengan CASA Ratio (Current Account Saving Account) yang meningkat menjadi 67.7% . Tingginya porsi dana murah ini membantu menekan biaya dana dan menjaga Net Interest Margin (NIM) agar tetap stabil di level 7.73% untuk 9M25, bahkan membaik menjadi 7.79% di kuartal ketiga .
  • Kualitas Aset Terkendali: Rasio kredit bermasalah (NPL gross) dilaporkan tetap terjaga pada level 3.0% . Sementara di kuartal ketiga, cost of credit (biaya kredit) menunjukkan perbaikan dengan turun ke level 2.9%, yang sejalan dengan panduan manajemen .

Dukungan dari Investor Global dan Strategi Transformasi

Tekanan harga saham BBRI rupanya tidak menyurutkan kepercayaan investor institusional global. JP Morgan Chase & Co. justru secara signifikan menambah kepemilikannya di saham BBRI sepanjang kuartal II 2025, dengan membeli 117,42 juta saham . Langkah ini mencerminkan market trust terhadap arah transformasi dan fondasi bisnis BRI yang kuat .

Transformasi tersebut diwujudkan melalui program BRIVolution Reignite yang bertujuan menguatkan aspek bisnis, tata kelola, manajemen risiko, dan digitalisasi untuk mewujudkan visi menjadi The Most Profitable Bank di Asia Tenggara pada 2030 .

  • Kinerja Operasional: Kinerja kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5.04% (yoy). Sektor industri pengolahan juga berada di fase ekspansi, ditandai dengan Prompt Manufacturing Index (PMI) di atas 50%, yang menjadi pendorong potensial untuk permintaan kredit.
  • Faktor Eksternal: Investor perlu mencermati perkembangan kebijakan moneter The Fed dan dinamika pasar keuangan global, karena faktor-faktor ini akan mempengaruhi kebijakan BI dan aliran modal asing.

:: Narasi saham BBRI hari ini adalah sebuah paradoks. Di satu sisi, sentimen jangka pendek di pasar ritel begitu lesu dan harga terus mengalami tekanan. Namun, di balik layar, fundamental perusahaan menunjukkan tanda-tanda resilien dan pemulihan, didukung oleh kepercayaan investor global dan strategi transformasi yang berjalan. Bagi investor dengan horizon jangka panjang, periode tekanan harga seperti ini mungkin bisa menjadi kesempatan untuk mempertimbangkan entry point, dengan imbal hasil dividen yang menarik sebagai penahan selama menunggu pemulihan penuh. (**)


Bergabunglah dengan Tim Jurnalis Kami!

Apakah kamu memiliki passion dalam menulis dan melaporkan berita? Inilah kesempatan emas untuk bergabung dengan situs berita terkemuka kami! Locusonline mencari wartawan berbakat yang siap untuk mengeksplorasi, melaporkan, dan menyampaikan berita terkini dengan akurat dan menarik.

Daftar

🔗 Tunggu apa lagi!

Daftar sekarang dan jadilah bagian dari tim kami!

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow