LOCUSONLINE, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut kembali melempar jargon digitalisasi UMKM, kali ini dengan bumbu paling hits kecerdasan buatan alias AI. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyebut Garut sudah layak dinobatkan sebagai Kota UMKM, karena ada 178.821 pelaku usaha yang tercatat punya NIB. Angka yang terdengar megah seolah semua UMKM itu tinggal selangkah lagi menuju Silicon Valley, padahal sebagian masih ribut soal kamera HP yang suka blur saat foto produk.
Dalam acara Panel Diskusi “Strategi Transformasi UMKM di Era Kecerdasan Buatan (AI)” di Pendopo Garut, Syakur menegaskan digitalisasi adalah jalan ninjanya UMKM. Pemerintah, katanya, sudah membuka akses lewat program “Wira Hebat”. Program ini diklaim bisa memperlancar akses modal dan menyapu hambatan administrasi. Walau di lapangan, hambatan administrasi kadang justru melahirkan hambatan baru yang lebih administratif.
Syakur mengingatkan pelaku UMKM agar mulai memanfaatkan teknologi dan tak sekadar ikut tren. AI, menurutnya, bukan hanya alat, tapi kebutuhan. Pernyataan ini membuat beberapa pelaku UMKM mengangguk penuh antusias, meski mungkin dalam hati masih bertanya-tanya beda AI dengan fitur autofill di WhatsApp.
Baca Juga : Pemkab Garut Tepuk Tangan, Desa Kerja Sendirian, Lomba Inovasi Jadi Panggung Gengsi Pejabat
Hadir pula Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N Karbala. Ia memaparkan dukungan pemerintah pusat yang tengah getol mendorong UMKM naik kelas lewat jalur ekspor. Tiar menjelaskan bahwa sebelum bisa terbang ke pasar global, UMKM harus siap dari hulu ke hilir kualitas, kemampuan produksi massal, sampai kelengkapan sertifikasi. Pemerintah pusat menjanjikan pendampingan supaya pelaku UMKM tidak tersesat dalam rimba persyaratan yang sering membuat pusing lebih cepat daripada menghitung modal usaha.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









