Jawa BaratSubang

Pabrik VinFast Subang Tuntaskan Komitmen, Siap Operasi Awal 2026 Meski Evaluasi Insentif Berlangsung

rakyatdemokrasi
×

Pabrik VinFast Subang Tuntaskan Komitmen, Siap Operasi Awal 2026 Meski Evaluasi Insentif Berlangsung

Sebarkan artikel ini
Pabrik VinFast Subang Tuntaskan Komitmen, Siap Operasi Awal 2026 Meski Evaluasi Insentif Berlangsung locusonline featured image
Illustrasi

[locusonline.co] Subang, Jawa Barat – PT VinFast Indonesia memastikan pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) pertamanya di Indonesia, yang terletak di Subang, Jawa Barat, tetap berjalan sesuai target. Fasilitas seluas 271 hektare tersebut diproyeksikan memulai operasi komersial pada kuartal pertama hingga kedua tahun 2026, mengukuhkan komitmen produsen otomotif asal Vietnam tersebut di pasar Indonesia.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemanto, dalam acara internal VinFast Indonesia B-Camp 2025 di The Highland Park Resort, Bogor, pada 3-4 Desember 2025. Pernyataan ini muncul di tengah dinamika evaluasi kebijakan insentif kendaraan listrik yang sedang dilakukan pemerintah.

tempat.co

Komitmen Tak Tergoyahkan di Tengah Dinamika Regulasi

Kariyanto menegaskan bahwa keputusan strategis VinFast untuk membangun pabrik di Indonesia didasarkan pada regulasi yang berlaku pada saat komitmen investasi dibuat, yang mensyaratkan kesiapan operasional pabrik paling lambat 1 Januari 2026.

“Apa pun keputusan final dari pemerintah, kami sudah berkomitmen. Keputusan membangun pabrik ini berdasarkan regulasi saat itu yang mewajibkan kesiapan operasi pada 1 Januari 2026. Ketentuan itu kami penuhi,” tegas Kariyanto.

Ia menambahkan bahwa komitmen VinFast bersifat jangka panjang dan tidak bergantung semata pada insentif. “Kalau nanti misalnya aturan berubah atau insentif tidak lagi diberikan, tidak masalah. Kami akan tetap fokus memproduksi produk di Subang. Produk kami berkarakter lokal sehingga tidak terlalu terdampak,” jelasnya.

Pernyataan ini menegaskan posisi VinFast yang tetap akan melanjutkan operasi produksi, terlepas dari hasil evaluasi insentif pemerintah yang mencakup potensi penyesuaian terkait Lisensi, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), atau Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP).

Strategi Lokalisasi untuk Tekan Biaya dan Tingkatkan Daya Saing

Kariyanto mengakui bahwa perubahan regulasi berpotensi mempengaruhi struktur biaya. Namun, VinFast mengandalkan strategi produksi lokal sebagai penyeimbang utama.

“Beban terbesar, yakni biaya masuk atau import cost, dapat diminimalkan karena kendaraan akan diproduksi langsung di Subang,” ujarnya.

Dengan memproduksi di dalam negeri, VinFast tidak hanya berpotensi menekan harga jual kendaraannya tetapi juga memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang menjadi kunci dalam jangka panjang untuk bersaing di pasar Indonesia dan regional.

Progress Pembangunan dan Rencana Peresmian

Pembangunan pabrik yang terletak di Km 110, Subang ini telah menunjukkan progress yang signifikan. Pada tahap pertama, VinFast akan mengoperasikan area seluas sekitar 9 hektare, yang mencakup fasilitas produksi (manufacturing plant) dan sirkuit uji (test track).

“Progres pabrik sudah berjalan. Tim kami sudah mulai reload, dan Lead Form Manager juga sudah dikirim,” tutur Kariyanto mengenai kesiapan sumber daya manusia.

Mengenai waktu peresmian, Kariyanto menyebut bahwa acara tersebut akan segera dilaksanakan. “Peresmian ini tidak akan lama lagi. Rekan-rekan dari Bandung akan kami undang. Tanggalnya segera kami umumkan sebelum libur akhir tahun,” janjinya.

Dampak Ekonomi dan Posisi Strategis Pabrik Subang

Pabrik tahap pertama ini diproyeksikan dapat menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja langsung di berbagai lini, mulai dari produksi, quality control, hingga logistik. Keberadaan pabrik ini diharapkan dapat memicu efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal Subang dan Jawa Barat.

Secara strategis, pabrik VinFast di Subang tidak hanya dimaksudkan untuk melayani pasar domestik Indonesia, tetapi juga berperan sebagai basis produksi dan ekspor untuk kawasan regional Asia Tenggara. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk menjadi hub produksi kendaraan listrik di kawasan.

Konteks: Evaluasi Insentif Kendaraan Listrik Nasional

Komitmen VinFast ini disampaikan dalam momen krusial, dimana pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perindustrian tengah melakukan komprehensif evaluasi terhadap skema insentif kendaraan listrik. Evaluasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan dampak kebijakan, memastikan keberlanjutan fiskal, dan mendorong investasi riil serta transfer teknologi, tidak hanya perakitan akhir.

Komitmen VinFast untuk berproduksi sesuai jadwal, terlepas dari hasil evaluasi, dipandang sebagai sinyal positif bagi iklim investasi Indonesia, yang menunjukkan bahwa investasi strategis dapat berjalan dengan prinsip kepastian bisnis jangka panjang.

Dengan progres yang tetap on-track, VinFast Subang siap menjadi pemain kunci dalam peta industri kendaraan listrik nasional, memperketat persaingan sekaligus mempercepat transisi elektrifikasi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow