[Locusonline.co] GARUT, Garut Kota – Kabupaten Garut kembali mendapat sinyal positif di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kali ini, angin segar datang dari sektor industri garmen. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan silaturahmi jajaran pimpinan PT Ennova Apparel Group bersama PT Hoga Reksa Garment di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Minggu (4/1/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di balik jabat tangan dan senyum ramah, tersimpan rencana besar: investasi pabrik baru yang berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Sebuah kabar yang tentu lebih menggembirakan daripada sekadar wacana.
Bupati Garut menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan investor mancanegara yang melirik Garut sebagai tujuan investasi. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Garut untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, ramah investasi, dan—yang paling penting—bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami tentu sangat menyambut baik rencana investasi ini dan akan membantu semaksimal mungkin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak ingin sekadar menjadi tuan rumah, melainkan mitra strategis bagi investor.
Di sisi investor, perwakilan PT Ennova Apparel Group, Mr. Nelson, mengungkapkan bahwa perusahaan akan segera memasuki tahap renovasi dan pembangunan pabrik baru dalam waktu dekat. Proses renovasi diperkirakan berlangsung selama lima hingga enam bulan, sebelum pabrik mulai beroperasi penuh.
“We will start renovations for the new factory, and it will take around five to six months before operations begin,” jelas Nelson.
Tak hanya soal bangunan, rencana investasi ini juga membawa harapan besar bagi pencari kerja di Garut. Nelson memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja antara 3.000 hingga 5.000 karyawan, yang akan direkrut secara bertahap.
Tahap awal operasional ditargetkan mampu menyerap sekitar 900 hingga 1.000 tenaga kerja lokal, sebelum kemudian berkembang ke tahap berikutnya seiring meningkatnya kapasitas produksi.
“We have different stages. The first stage will absorb around 900 to 1,000 employees,” tambahnya.
Rencana ini sekaligus menjadi bukti bahwa investasi tidak hanya soal modal, tetapi juga tentang kepercayaan terhadap kualitas sumber daya manusia lokal.
Menutup pertemuan, Mr. Nelson menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Garut. Dengan komunikasi yang terbuka dan komitmen bersama, investasi ini diharapkan tidak berhenti di meja pertemuan, melainkan benar-benar terwujud di lapangan.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Garut bukan hanya akan dikenal sebagai daerah agraris dan wisata, tetapi juga sebagai sentra industri yang mampu bersaing dan menyerap tenaga kerja dalam skala besar. Dan kali ini, optimisme tersebut datang bukan dari janji, melainkan dari rencana nyata yang sedang dijahit rapi. (**)














