LOCUSONLINE, GARUT – Kesenian tradisional Badeng asal Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi medium inovatif yang mengantarkan Kepala Sekolah SDN 3 Sanding, Kecamatan Malangbong, Ai Roprop S.Pd, meraih Juara 3 tingkat nasional dalam Lomba Pengembangan Bahan Ajar yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Kompetisi tersebut ditujukan bagi guru dan kreator pendidikan dalam menciptakan media pembelajaran inovatif, baik digital maupun non-digital. Ai Roprop dinilai berhasil mengemas kearifan lokal ke dalam bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern.
Bahan ajar yang mengantarkan prestasi tersebut berjudul “Kesenian Badeng Malangbong – Harmoni Tradisi dan Nilai Religi”, yang dirancang untuk pembelajaran Bahasa Indonesia SMP kelas VIII berbasis teks multimodal.
Badeng sebagai Media Pendidikan Karakter
Badeng merupakan kesenian tradisional khas Malangbong yang memadukan musik perkusi lokal seperti dogdog, angklung, bedug, dan kecrek dengan lantunan syair berbahasa Sunda yang sarat pesan moral dan dakwah Islam. Dalam praktiknya, Badeng tumbuh sebagai media pendidikan sosial, keagamaan, sekaligus hiburan rakyat.
Melalui bahan ajar ini, siswa diperkenalkan pada sejarah dan nilai budaya Badeng, jenis alat musik dan cara memainkannya, isi syair yang mengandung pesan moral dan religius, serta peran kesenian sebagai identitas budaya dan sarana komunikasi masyarakat.
Pendekatan multimodal yang diterapkan mendorong siswa untuk menonton pertunjukan Badeng, membaca teks deskriptif dan naratif, menulis laporan dan tanggapan, hingga mengekspresikan apresiasi budaya melalui puisi, poster, audio, video, dan presentasi digital.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










