LOCUSONLINE, GARUT – Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendadak lebih terang di media sosial ketimbang di jalanan. Sebuah unggahan kritik dari seorang warga viral, bukan hanya karena isinya, tetapi juga karena pengakuan sang pengunggah yang mengaku diajak “klarifikasi” oleh pihak tak dikenal usai sorotan publik membesar.
Kritik tersebut pertama kali beredar di media sosial dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform, memicu diskusi soal transparansi anggaran dan kualitas pelaksanaan proyek PJU. Warganet ramai-ramai menyorot, sementara sang pengunggah justru mengaku ikut disorot balik.
Dalam unggahan lanjutan di grup media sosial Info Sumedang, pemilik akun menyampaikan bahwa dirinya dihubungi secara lisan oleh seseorang yang meminta klarifikasi, namun tanpa menjelaskan identitas, jabatan, maupun instansi asal. Ajakan itu, alih-alih meredam, justru memperpanjang obrolan publik.
Warga tersebut menegaskan kritik yang disampaikan tidak ditujukan untuk menyerang individu atau lembaga tertentu. Ia menyebut unggahannya murni lahir dari kepedulian sebagai warga terhadap keterbukaan dan akuntabilitas proyek yang menggunakan anggaran publik.
“Kritik itu bukan fitnah atau tuduhan. Ini masukan agar proyek berjalan transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” tulisnya.
Menurutnya, menyampaikan pendapat di ruang publik merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi. Ia menilai kritik seharusnya diperlakukan sebagai alarm perbaikan, bukan dianggap gangguan yang perlu dibungkam.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












