Bandung

Bandung Siaga Ramadan, Stabilitas Harga Jadi Prioritas Utama Jelang Ibadah Puasa

rakyatdemokrasi
×

Bandung Siaga Ramadan, Stabilitas Harga Jadi Prioritas Utama Jelang Ibadah Puasa

Sebarkan artikel ini
Bandung Siaga Ramadan, Stabilitas Harga Jadi Prioritas Utama Jelang Ibadah Puasa locusonline featured image Feb

[Locusonline.co] Bandung — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, suasana di pasar-pasar tradisional Kota Bandung tampak lebih tenang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lonjakan harga ekstrem yang kerap menjadi momok di musim ramai tampaknya akan dapat dihindari. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), memastikan harga sembilan bahan pokok (sembako) dalam kondisi stabil dan aman, meski sempat diwarnai kenaikan wajar pada beberapa komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa stabilitas harga merupakan kunci agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang. “Kami tidak ingin masyarakat Bandung menghadapi Ramadan dengan kecemasan soal harga pangan. Pemerintah hadir untuk memastikan pasokan aman, harga terkendali, dan daya beli warga tetap terjaga,” tegas Farhan dalam pemantauan rutinnya.

tempat.co

Peta Harga: Naik Wajar Cabai, Protein Hewani Stabil

Hasil pantauan intensif Disdagin di sejumlah pasar tradisional menunjukkan gambaran yang relatif terkendali. Fluktuasi harga terjadi namun tidak dalam skala yang mengkhawatirkan.

Komoditas yang Mengalami Kenaikan Terkontrol:

  • Cabai Rawit Merah: Saat ini berada di kisaran Rp 58.000 per kilogram. Meski naik sekitar Rp 9.000 dari periode sebelumnya, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan historis yang pernah menyentuh Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kilogram. Kenaikan ini terutama dipengaruhi faktor cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang mengganggu pasokan dari sentra produksi.

Komoditas dengan Harga Stabil:

  • Daging Sapi: Rp 140.000 per kilogram
  • Daging Ayam Ras: Rp 38.000 per kilogram
  • Telur Ayam: Rp 29.000 per kilogram

“Untuk sektor perdagingan relatif aman. Tidak ada gejolak harga yang signifikan,” jelas Farhan. Ia juga menambahkan bahwa insiden longsor di wilayah Bandung Barat tidak mengganggu jalur distribusi bahan pangan ke Kota Bandung, sehingga pasokan tetap lancar.

Bazmut: Senjata Ampuh Tekan Inflasi dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Sebagai langkah antisipatif dan intervensi langsung, Pemkot Bandung akan kembali menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) di seluruh 30 kecamatan. Program ini dirancang sebagai instrumen konkret menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.

“Bazar murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi instrumen konkret untuk menjaga stabilitas harga. Kami ingin warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Farhan.

Bazmut 2026 akan digelar dalam dua gelombang strategis:

  • Sesi I: 9 – 13 Februari 2026 (menjelang awal puasa)
  • Sesi II: 2 – 6 Maret 2026 (menjelang Hari Raya Idulfitri)

Yang membedakan Bazmut tahun ini adalah integrasinya dengan layanan publik dan pemberdayaan UMKM. Di setiap lokasi, selain dapat membeli beras, minyak goreng, gula, dan daging dengan harga terkendali berkat kemitraan dengan Bulog dan Pertamina, warga juga dapat mengakses:

  • Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • Pendaftaran Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas)
  • Konsultasi sertifikasi halal dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
  • Layanan perizinan dari DPMPTSP
  • Pemasaran produk UMKM binaan kecamatan

Strategi Komprehensif Hadapi Ramadan

Kebijakan Pemkot Bandung menghadapi Ramadan dan Lebaran 2026 dapat dilihat sebagai sebuah strategi berlapis yang komprehensif:

  1. Pemantauan dan Early Warning (Peringatan Dini): Disdagin melakukan pemantauan harga intensif untuk mendeteksi gejolak sejak dini.
  2. Intervensi Pasar Langsung: Melalui Bazmut, pemerintah langsung turun ke lapangan menawarkan harga alternatif yang lebih terjangkau, sekaligus memberi ruang bagi UMKM.
  3. Penguatan Rantai Pasok: Koordinasi dengan Bulog dan distributor untuk memastikan kelancaran pasokan, termasuk mengatasi gangguan logistik seperti bencana alam.
  4. Pemberdayaan dan Layanan Terpadu: Bazmut tidak hanya berfokus pada konsumsi, tetapi juga menjadi pusat layanan untuk memperkuat ekonomi akar rumput melalui UMKM.

Dengan pendekatan multi-aspek ini, Pemkot Bandung berharap dapat menciptakan ekosistem yang resilient. Masyarakat tidak hanya menjadi konsumen pasif yang dilindungi dari guncangan harga, tetapi juga diikutsertakan sebagai pelaku ekonomi yang aktif. Stabilitas harga bukan lagi sekadar tentang angka di pasar, tetapi tentang menciptakan ketenangan dan keberdayaan bagi seluruh warga Kota Bandung dalam menyambut bulan suci. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow