“Warga Garut masih harus berdamai dengan jembatan rapuh dan berharap daftar prioritas ini benar-benar berujung pembangunan, bukan sekadar angka di atas kertas.”
LOCUSONLINE, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut akhirnya mengakui fakta yang selama ini dirasakan warga yaitu puluhan jembatan di daerah itu lebih cocok disebut jalur uji nyali ketimbang infrastruktur publik. Tercatat, sedikitnya 33 jembatan dalam kondisi rusak dan kini masuk daftar prioritas perbaikan dengan harapan besar pada kucuran dana dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, menyebut puluhan jembatan tersebut berada pada level “tak bisa ditawar lagi” untuk segera dibangun ulang. Mayoritas merupakan jembatan gantung yang rawan putus dan selama ini menjadi satu-satunya akses warga.
“Itu memang kondisi yang sudah mendesak. Dari 33 jembatan tersebut, sebagian besar jembatan gantung yang risikonya tinggi dan tidak bisa terus dibiarkan,” kata Agus di Garut, Senin (2/2).
Agus menjelaskan, pemerintah pusat telah meminta seluruh daerah melakukan pendataan dan pengecekan kelayakan jembatan. Dari laporan desa yang mencatat total 453 jembatan, hanya 33 yang sejauh ini lolos verifikasi sesuai kriteria Kementerian PUPR dan Dinas Bina Marga Provinsi.
Jembatan-jembatan yang masuk daftar prioritas itu tersebar di berbagai kecamatan, dengan dominasi wilayah Garut selatan yang dikenal kaya sungai namun miskin jembatan layak. Pemkab Garut pun telah mengajukan usulan perbaikan ke pemerintah pusat agar bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












