Bandung

Suasana Duka Selimuti Pemakaman Ibunda Wali Kota Bandung

rakyatdemokrasi
×

Suasana Duka Selimuti Pemakaman Ibunda Wali Kota Bandung

Sebarkan artikel ini
Suasana Duka Selimuti Pemakaman Ibunda Wali Kota Bandung locusonline featured image Feb
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline.co] BOGOR – Suasana haru dan duka menyelimuti Kompleks Pertanian Loji, Kota Bogor, pada Rabu (18/2/2026). Ribuan pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat tinggi negara, sahabat, hingga masyarakat umum, memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Nani Rubiyani, ibunda Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, yang wafat pada Selasa malam (17/2) pukul 22.58 WIB.

Kehadiran para pelayat menjadi cerminan luasnya jejak persahabatan dan ketokohan almarhumah. Pantauan di lokasi, karangan bunga ucapan duka cita berjejer memenuhi area kompleks, dikirim oleh berbagai pihak, mulai dari budayawan Budi Dalton, insan pers dari Pewarta Balai Kota Bandung, hingga sejumlah tokoh nasional dan instansi pemerintahan.

tempat.co

Para Pejabat Negara Hadir Langsung

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Tampak hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya, yang merupakan sahabat dekat sekaligus mantan Wali Kota Bogor. Kehadirannya menjadi simbol solidaritas antarpemimpin daerah.

Tak hanya itu, jajaran Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kota Bogor juga kompak meluangkan waktu untuk melayat. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, beserta jajaran Forkopimda Kota Bogor, serta Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, tampak hadir untuk menyampaikan langsung rasa belasungkawa dan dukungan moral kepada keluarga besar yang berduka.

Prosesi Penuh Khidmat Menuju Peristirahatan Terakhir

Jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Penggalang, Kompleks Pertanian Loji, menuju tempat peristirahatan terakhir di TPU Kompleks Pertanian Loji yang masih berada dalam satu kawasan. Pemberangkatan menggunakan ambulans layanan Pemkot Bandung melalui aplikasi Simpelman (Sistem Informasi Pelayanan Pemakaman) , yang memudahkan koordinasi dan kelancaran prosesi.

Sebelum pemakaman, keluarga besar dan para pelayat melaksanakan salat jenazah secara berjamaah di kediaman almarhumah. Suasana haru menyelimuti rumah duka saat doa-doa terakhir dipanjatkan untuk almarhumah.

Pesan Haru Wali Kota: Jasa Ibu Tak Terbalas

Di tengah duka yang mendalam, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan ungkapan hati yang menyentuh. Ia mewakili seluruh keluarga besar, mulai dari anak, cucu, hingga cicit, mengantarkan kepergian sang ibunda sebagai bentuk bakti terakhir.

“Kami, anak, cucu hingga cicit, mengantarkan ibunda, eyang dan uyut kami ke pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir. Beliau yang telah melahirkan kami secara fisik, tentu memiliki jasa yang tidak akan pernah bisa kami balas,” ujar Farhan dengan nada bergetar.

Ia mengungkapkan bahwa kepergian sang ibunda menjadi pengingat bagi keluarga untuk terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan semasa hidup. “Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus melanjutkan kebaikan yang sudah beliau bangun, serta memberikan manfaat bagi sesama, baik melalui ilmu maupun amal jariyah. Doa kami tidak akan pernah putus untuk almarhumah,” katanya.

Ucapan Terima Kasih dan Pintu Maaf Terbuka

Farhan juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar Wiraatmaja atas dukungan moral dan doa yang diberikan. Ia secara khusus mengapresiasi kehadiran para sahabat dan rekan kerja, termasuk Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, serta berbagai pihak yang telah menunjukkan dukungan luar biasa pada prosesi penghormatan terakhir.

Dalam momen haru tersebut, Farhan juga membuka ruang maaf. “Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Jika semasa hidup almarhumah masih ada janji atau kewajiban yang belum terpenuhi, kami mohon untuk disampaikan kepada kami agar bisa kami selesaikan,” tutupnya.

Kepergian yang Meninggalkan Jejak Kebaikan

Kepergian Nani Rubiyani meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi jajaran Pemerintah Kota Bandung dan masyarakat yang mengenalnya. Sosoknya dikenal sebagai ibu yang sederhana, penyayang, dan telah menanamkan nilai-nilai kebaikan yang kini diwariskan kepada anak dan cucunya.

Pemerintah Kota Bandung dan masyarakat turut mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow