“Di ruang sidang, angka-angka miliaran saham dan yurisdiksi luar negeri terdengar mencolok. Namun hukum tidak bekerja berdasarkan kesan, melainkan pembuktian.”
LOCUSONLINE, JAKARTA – Nama sebuah entitas di Kepulauan Cayman mendadak ikut hadir setidaknya secara administratif dalam sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek. Bukan sebagai terdakwa, melainkan sebagai bagian dari struktur kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Isu itu mencuat dalam persidangan terhadap mantan Mendikbudristek periode 2021–2024, Nadiem Anwar Makarim, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi PN Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2026.
Jaksa Penuntut Umum Roy Riyadi menyinggung keberadaan perusahaan manajemen di Cayman Island yang tercantum dalam dokumen akta notaris 2017 dan skema special purpose vehicle (SPV).
Mantan CEO GoTo, Andre Soelistyo, menjawab singkat “itu adalah fund, investor.”
Jaksa kemudian menyoroti skema pemberian saham kepada manajemen dan karyawan melalui program ESOP/MESOP yang jumlahnya tidak kecil hanya sekitar 106,9 miliar saham. Angka itu bukan salah ketik.
Baca Juga : Cinta Kandas di Meja Hakim: MK Tetap Setia pada Pasal Lama, Pasangan Beda Iman Disuruh Sabar Lagi
Melansir berita CNBC Indonesia, Andre menjelaskan keberadaan GoTo Peopleverse Fund (GPF), entitas berbasis di Cayman yang dibentuk untuk mengelola program opsi saham karyawan. Menurutnya, hampir seluruh karyawan yang lebih dari 10 ribu orang terlibat sebagai peserta program tersebut, termasuk manajemen, direksi, dan komisaris yang memenuhi syarat.
Dalam skema itu, GOTO disebut memberikan pinjaman kepada GPF, lalu GPF mengelola saham ESOP yang kemudian didistribusikan kepada peserta sesuai ketentuan vesting atau masa kepemilikan bertahap. Strukturnya terdengar teknis. Sidangnya tetap serius.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










