Kabupaten BandungPendidikan

Resa dan Perjuangan di Geologi Unpad, Dari Tantangan Lapangan hingga Cumlaude

rakyatdemokrasi
×

Resa dan Perjuangan di Geologi Unpad, Dari Tantangan Lapangan hingga Cumlaude

Sebarkan artikel ini
Resa dan Perjuangan di Geologi Unpad, Dari Tantangan Lapangan hingga Cumlaude locusonline featured image Mar

[Locusonline.co] BANDUNG – Menjadi sarjana dari perguruan tinggi negeri ternama adalah impian banyak orang. Apalagi jika harus menekuni jurusan yang identik dengan tantangan berat dan dominasi laki-laki. Namun, semua itu berhasil ditaklukkan oleh Resa Khoerunisa, perempuan asal Banjaran, Kabupaten Bandung, dengan segudang perjuangan di baliknya.

Resa bukan hanya sekadar lulus. Ia lulus sebagai sarjana geologi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan predikat cumlaude, meraih IPK 3,76, dan mendapatkan beasiswa Rp10 juta di detik-detik akhir perkuliahannya.

tempat.co

Memilih Jalur yang Jarang Dilirik Perempuan

Sejak SMA, Resa sudah menunjukkan jiwanya yang berbeda. Ia mengaku menyukai tantangan dan aktivitas lapangan. Ketika teman-teman perempuannya mungkin memilih jurusan yang lebih “biasa”, Resa justru membidik Fakultas Teknik Geologi Unpad.

“Saya memang suka di lapangan,” ucap Resa, menjawab rasa penasaran banyak orang atas pilihan jurusannya.

Pilihannya tepat, meski konsekuensinya berat. Ilmu geologi menuntutnya untuk sering turun ke lapangan, mendaki gunung, menelusuri sungai, dan berhadapan langsung dengan alam demi mempelajari segala hal tentang bumi. Bagi Resa, ini bukan beban, melainkan panggilan jiwa.

Tantangan di Ujung Akhir: Biaya Penelitian yang Menggunung

Selama 3,5 tahun, Resa menggembleng diri, menyerap ilmu, dan membuktikan bahwa perempuan juga bisa berprestasi di bidang kebumian. Namun, tantangan terbesar justru datang di tahap akhir: penelitian skripsi.

Penelitiannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk turun ke lapangan, mengolah data, dan berbagai keperluan teknis lainnya. Di saat kebutuhan membuncah itulah, takdir seolah berpihak.

Beasiswa Rp10 Juta dari Star Energy Wayang Windu

Tahun 2025, di masa-masa krusial penyelesaian studinya, Resa menerima kabar menggembirakan. Ia terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa pendidikan mahasiswa berprestasi dari Star Energy Wayang Windu (SEG), perusahaan panas bumi di Pangalengan.

Beasiswa senilai Rp10 juta itu menjadi penyelamat di saat yang paling dibutuhkan. Selain Resa, ada beberapa mahasiswa lain yang juga terpilih dengan standar seleksi ketat.

“Ada beberapa persyaratan yang ternyata saya masuk kriteria, salah satunya domisili. Kebetulan saya tinggal di Banjaran, dan Star Energy dekat dengan daerah saya, ada di Pangalengan,” katanya.

Dana tersebut ia gunakan untuk membiayai penelitian lapangan, pengolahan data, dan kebutuhan akademik lainnya. Di fase akhir yang penuh tekanan, dukungan itu menjadi ruang bernapas yang memungkinkannya fokus menyelesaikan studi dengan optimal.

Program Beasiswa SEG: Membantu Putra-Putri Terbaik di Sekitar Area Operasi

Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication SEG, Laksmi Prasvita, menjelaskan bahwa program beasiswa ini telah berjalan sejak tahun 2010. Tujuannya adalah membantu putra-putri terbaik dari sekitar area operasi SEG agar bisa lulus kuliah dari perguruan tinggi negeri dan meningkatkan taraf hidup keluarga.

Sepanjang perjalanannya, program ini telah memberikan beasiswa kepada 245 siswa dengan tingkat kelulusan 100 persen. Para penerima beasiswa kini telah bekerja atau berwirausaha di berbagai sektor industri.

Ke depan, program ini akan terus berlanjut dengan target 100 siswa mengikuti bimbingan belajar dan 15 penerima beasiswa per tahun. Seleksi akan difokuskan pada siswa SMA di sekitar area operasi.

“Penerima beasiswa juga berkesempatan mengikuti program magang maupun pengembangan karir di SEG. Tentunya ini menjadi nilai tambah jika setelah lulus mengikuti proses seleksi penerimaan pegawai SEG,” tutup Laksmi.

Hasil Manis: Lulus Cumlaude dan Karier di Dunia Konsultan

Perjuangan Resa tidak sia-sia. Ia berhasil lulus tepat waktu dalam 4 tahun dengan IPK 3,76 dan predikat cumlaude. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan dukungan yang tepat dapat mengantarkan seseorang meraih mimpi besarnya.

Kini, Resa tidak tinggal diam. Dengan ilmu yang diperolehnya, ia bergabung sebagai konsultan geologi di Kota Bandung. Ia terlibat dalam berbagai kajian kebumian, analisis kondisi tanah, hingga pendampingan studi teknis yang berkaitan dengan pembangunan dan lingkungan.

Cita-cita ke Depan: S2 dan Pengalaman Kerja yang Lebih Baik

Semangat Resa tak pernah padam. Meski telah bekerja, ia menyimpan cita-cita besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan mendapatkan pengalaman kerja yang lebih baik. Ilmu geologi yang dicintainya akan terus ia kembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

Kisah Resa adalah inspirasi bagi banyak orang, terutama perempuan, bahwa tidak ada batasan untuk bermimpi dan meraih prestasi, bahkan di bidang yang dianggap sulit sekalipun. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan dari berbagai pihak, semua menjadi mungkin. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow