[Locusonline.co] BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kembali mengajak masyarakat untuk menjadikan Masjid Agung Kota Bandung sebagai pusat persatuan umat Islam. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Safari Ramadan ke-18 yang digelar di masjid kebanggaan warga Bandung tersebut, Senin (9/3/2026) malam.
Farhan menegaskan bahwa Masjid Agung bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah warisan bersejarah dari para pendiri Kota Bandung yang memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang berkumpulnya umat Islam dari berbagai latar belakang.
“Ini adalah bagian dari misi kita untuk menjadikan Masjid Agung Kota Bandung sebagai warisan para pendiri kota ini sekaligus menjadi tempat bersatunya umat Islam di Kota Bandung,” kata Farhan di hadapan jemaah.
Metafora Kapal dan Layar Kebersamaan
Dalam tausiyahnya, Farhan menggunakan metafora yang indah untuk menggambarkan perjalanan membangun persatuan umat. Ia mengibaratkannya seperti sebuah kapal yang telah memiliki arah tujuan yang jelas. Kini, saatnya seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengembangkan “layar” kebersamaan.
“Tujuan kita sudah jelas, arah pelayaran sudah ditentukan. Sekarang saatnya kita mengembangkan layar dan mengarahkan perahu kebersamaan ini menuju persatuan umat Islam di Kota Bandung,” ujarnya.
Masjid dengan Kapasitas 12.000 Jemaah
Farhan mengungkapkan bahwa Masjid Agung Bandung mampu menampung hingga 12.000 jemaah. Kapasitas besar ini, menurutnya, harus diisi dengan kehadiran umat. Ia mengajak masyarakat untuk terus memakmurkan masjid dengan menghadiri berbagai kegiatan ibadah dan keagamaan.
“Kehebatan sebuah masjid bukan karena pilarnya besar atau kubahnya megah, tetapi karena masjid itu dipenuhi oleh umat, ” ungkapnya.
Masjid sebagai Pusat Peradaban
Lebih dari sekadar tempat salat, Farhan menilai masjid memiliki peran penting dalam membangun peradaban masyarakat melalui syiar dan dakwah. Dari masjid, nilai-nilai moral, norma, dan struktur sosial dalam kehidupan bermasyarakat dapat terus diperkuat.
Ia menegaskan bahwa ajaran agama memiliki peran besar dalam membentuk tatanan sosial yang sehat, di mana setiap individu memahami perannya dalam masyarakat, baik sebagai pemimpin, ulama, maupun bagian dari komunitas.
Energi Dakwah yang Positif dan Kreatif
Farhan juga mendorong para dai dan pendakwah di Kota Bandung untuk terus berinovasi. Ia berharap kreativitas dalam berdakwah dapat terus berkembang agar pesan-pesan kebaikan semakin luas menjangkau masyarakat.
“Energi dakwah harus menyebar ke seluruh Kota Bandung, dan energi itu harus menjadi energi yang positif dan kreatif, ” ujarnya.
Rencana Salat Id dan Open House di Balai Kota
Di akhir sambutannya, Farhan menyampaikan rencana pelaksanaan salat Idulfitri bersama jajaran Pemerintah Kota Bandung. Ia juga mengumumkan bahwa open house Idulfitri akan digelar di Plaza Balai Kota Bandung.
Langkah ini diambil agar masyarakat dapat merasakan kebersamaan dan keberkahan Idulfitri di lingkungan pemerintahan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara warga dan pemimpinnya.
“Insyaallah tahun ini saya akan melaksanakan salat Idulfitri bersama jajaran Pemerintah Kota Bandung, sedangkan kegiatan open house Idulfitri akan digelar di Plaza Balai Kota,” tuturnya.
Safari Ramadan ke-18 di Masjid Agung Bandung menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kunci kekuatan umat. Dengan memakmurkan masjid, umat Islam tidak hanya membangun hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga memperkuat hubungan horizontal antar sesama. Masjid Agung, dengan segala nilai sejarah dan kapasitasnya, diharapkan menjadi pusat gravitasi persatuan umat di Kota Bandung. (**)













