[Locusonline.co] JAKARTA – Pemerintah secara resmi menetapkan tujuh subsektor prioritas dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional. Langkah strategis ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kontribusi sektor kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa fokus nasional ini akan menjadi acuan utama, meskipun masing-masing daerah diberikan keleluasaan untuk menentukan prioritas sesuai potensi lokal.
“Presiden Prabowo meminta kita fokus ke tujuh subsektor prioritas secara nasional. Kalau sektor prioritas di daerah provinsi, kabupaten, kota bisa berbeda-beda, tetapi secara nasional ada tujuh,” ujarnya dalam dialog bersama Pro3 RRI, di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026 .
Tiga Subsektor Andalan: Kuliner, Kriya, dan Fashion
Riefky menjelaskan bahwa dari tujuh subsektor tersebut, tiga di antaranya menjadi andalan utama karena kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian dan kemampuannya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.Subsektor Andalan Kontribusi & Karakteristik Kuliner Penyumbang terbesar PDB ekonomi kreatif, melibatkan banyak UMKM, dari makanan tradisional hingga modern. Kriya (Kerajinan) Kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal, berpotensi besar di pasar ekspor, melibatkan pengrajin di berbagai daerah. Fashion Fesyen muslim dan kontemporer Indonesia semakin mendunia, didukung oleh kekayaan wastra Nusantara.
“Pertama adalah kuliner, kedua kriya dan ketiga fashion. Karena tiga subsektor ini penyumbang perekonomian dan juga tenaga kerja paling banyak,” katanya .
Ketiga subsektor ini telah lama menjadi tulang punggung ekonomi kreatif dan akan terus didorong untuk berinovasi dan naik kelas.
Empat Subsektor Masa Depan: Game, Aplikasi, Film, dan Musik
Selain tiga subsektor andalan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada empat subsektor lain yang berkembang sangat pesat, terutama di kalangan generasi muda. Keempatnya adalah:Subsektor Masa Depan Perkembangan & Potensi Game Industri game lokal tumbuh pesat, dengan banyak developer muda berbakat dan game yang sukses di pasar global. Aplikasi Perkembangan teknologi digital mendorong lahirnya berbagai aplikasi inovatif karya anak bangsa. Film (termasuk Animasi) Industri perfilman dan animasi Indonesia terus mencetak karya berkualitas yang diminati di dalam dan luar negeri. Musik Musisi dan konten kreator musik Indonesia semakin mendunia berkat platform digital.
“Jadi tujuh subsektor itu yang berkembang sangat pesat dan juga ada tren positif perkembangannya. Perkembangan yang empat baru tadi, game, aplikasi, film termasuk animasi, dan musik,” kata Riefky .
Perkembangan teknologi digital menjadi katalis utama pertumbuhan keempat subsektor ini. Banyak anak muda kini terlibat aktif sebagai developer game, programmer aplikasi, kreator film, musisi, hingga konten kreator.
Menatap Masa Depan: AI, Blockchain, dan Web3
Pemerintah tidak hanya berhenti pada tujuh subsektor tersebut. Riefky menambahkan bahwa pihaknya juga mulai melirik peluang baru dalam perkembangan teknologi masa depan yang akan menjadi prioritas berikutnya.
“Nanti yang juga akan menjadi prioritas kita seperti subsektor teknologi baru. Diantaranya AI, blockchain, web3, termasuk juga konten digital seperti konten kreator, afiliator, dan lain-lain,” ujarnya .
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki visi jauh ke depan, siap mengakomodasi dan mengembangkan subsektor ekonomi kreatif baru yang lahir dari inovasi teknologi, seperti:
- Kecerdasan Buatan (AI) : Pengembangan aplikasi dan solusi berbasis AI.
- Blockchain dan Web3 : Teknologi terdesentralisasi untuk berbagai aplikasi, termasuk NFT dan aset digital.
- Konten Kreator & Afiliator : Ekosistem digital yang semakin profesional dan menghasilkan nilai ekonomi besar.
Ringkasan Tujuh Subsektor Prioritas Ekonomi Kreatif
| Kategori | Subsektor | Fokus Pengembangan |
|---|---|---|
| Andalan (Tradisional) | Kuliner, Kriya, Fashion | Peningkatan kualitas, standardisasi, ekspansi pasar ekspor, penguatan branding. |
| Masa Depan (Digital) | Game, Aplikasi, Film & Animasi, Musik | Akselerasi inovasi, pendanaan startup, pengembangan talenta digital, proteksi hak cipta. |
| Teknologi Baru (Visi ke Depan) | AI, Blockchain, Web3, Konten Kreator | Riset dan pengembangan, inkubasi bisnis, adaptasi regulasi, penguatan ekosistem digital. |
Harapan Pemerintah
Dengan fokus pada tujuh subsektor prioritas ini, pemerintah berharap dapat:
- Memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional secara terstruktur dan terarah.
- Meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB dan devisa negara.
- Membuka lebih banyak lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda.
- Mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha kreatif baru yang berdaya saing global.
- Melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia melalui inovasi modern.
“Kami optimis dengan fokus yang jelas, ekonomi kreatif Indonesia akan semakin berdaya saing dan mampu membawa nama bangsa di kancah internasional,” pungkas Riefky. (**)













