BandungBandung Barat

ITB Hadirkan Huntara Inovatif untuk Korban Longsor Cisarua, Bisa Menampung Dua Keluarga

rakyatdemokrasi
×

ITB Hadirkan Huntara Inovatif untuk Korban Longsor Cisarua, Bisa Menampung Dua Keluarga

Sebarkan artikel ini
ITB Hadirkan Huntara Inovatif untuk Korban Longsor Cisarua, Bisa Menampung Dua Keluarga locusonline featured image Mar 2026
foto: antara

[Locusonline.co] BANDUNG BARAT – Di tengah duka yang menyelimuti Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, hadir secercah harapan. Institut Teknologi Bandung (ITB) turun tangan langsung dengan menghadirkan hunian sementara (huntara) inovatif yang dibangun hanya dalam waktu dua hari.

Huntara ini bukan sekadar tempat berteduh. Dirancang dengan sistem reciprocal frame oleh para arsitek ITB, bangunan seluas 6×6 meter ini menjadi bukti nyata bahwa kecepatan dan ketepatan dalam respons bencana bisa berjalan beriringan.

tempat.co

Ketua Tim Arsitek ITB, Andry Widyowijatnoko, menjelaskan bahwa desain modular berbasis kayu ini memungkinkan perakitan yang sangat cepat, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Sistem struktur huntara ini bisa dibuat dalam modul-modul, kemudian disusun dan dibangun sehingga cepat sekali pengerjaannya. Huntara ini didirikan dalam dua hari, ” kata Andry di Bandung, Jumat (19/2/2026).

Fleksibel dan Fungsional: Satu Unit untuk Dua Keluarga

Keunggulan lain dari huntara ini adalah fleksibilitasnya. Desainnya memungkinkan penambahan panjang sesuai kebutuhan jumlah penghuni. Saat ini, satu unit yang telah dibangun mampu menampung dua keluarga dengan total tujuh orang anggota keluarga.

Diserahkan pada Hari Pertama Ramadan

Huntara ini secara resmi diserahkan pada Kamis (19/2/2026), bertepatan dengan hari pertama Ramadan, oleh Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara. Penyerahan ini merupakan bagian dari Program Desa Bangkit Cisarua, sebuah respons kemanusiaan terpadu pascabencana longsor.

“Kehadiran ITB pada hari pertama Ramadan, merupakan misi nyata perguruan tinggi dalam memberikan dampak langsung saat kondisi darurat seperti bencana. Sejak November lalu di Sumatera pada hari kedua bencana ITB mengirimkan tim, dan sampai hari ini masih terus di tiga provinsi menjalankan misinya,” ujar Tatacipta.

Tim Lengkap: Dari Manajemen Risiko hingga Sanitasi

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Zulfiadi Zulhan, menambahkan bahwa ITB telah menerjunkan empat tim ahli sejak hari kedua bencana di Cisarua. Tim tersebut mencakup bidang:

  • Manajemen risiko
  • Kesehatan
  • Permukiman
  • Air dan sanitasi

“Mudah-mudahan hunian sementara ini bisa bermanfaat bagi ibu dan bapak yang terkena dampak. Mudah-mudahan ke depan kehidupannya membaik,” tutur Zulfiadi.

Harapan Baru bagi Korban

Bagi warga terdampak seperti Ayi Kurniawan (43), bantuan ini adalah tumpuan harapan. Rumahnya hanyut tersapu longsor, dan huntara ini menjadi tempat untuk memulai kembali kehidupan.

“Sangat membantu saya yang terkena musibah, yang rumahnya sudah tidak ada. Senang ada dari ITB yang datang membantu, ” ucap Ayi haru.

Bantuan Lainnya: Sembako, Kesehatan, dan Psikososial

Kolaborasi antara ITB, Rumah Amal Salman, dan para alumni juga menyalurkan bantuan lain, antara lain:

  • 110 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar.
  • Layanan kesehatan bagi 250 warga terdampak.
  • Pendampingan psikososial untuk memulihkan kondisi mental masyarakat.

Longsor Cisarua telah merenggut banyak hal. Namun, kehadiran ITB dengan huntara inovatifnya membuktikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berkutat di ruang kelas, tetapi juga hadir di garis depan ketika masyarakat membutuhkan. Dua hari, satu unit huntara, dan segudang harapan baru bagi para korban. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow