LOCUSONLINE, GARUT – Di saat sebagian orang menunggu paket belanja datang dari langit (secara metaforis), warga desa Eshtaol justru menerima kiriman yang jauh lebih mematikan dari rudal balistik. Sabtu (28/3), sebuah serangan langsung dari Iran menghantam kawasan permukiman di desa dekat Beit Shemesh, melukai sedikitnya 11 orang dan sekali lagi membuktikan bahwa dalam perang, alamat sipil bukan lagi pengecualian melainkan sasaran.
Melansir berita AFP, rudal tersebut menghancurkan sejumlah bangunan, menyisakan lanskap yang lebih mirip lokasi konstruksi gagal daripada lingkungan tempat tinggal. Beton dan logam berserakan, mobil-mobil ringsek, serta kawah besar menjadi “arsitektur baru” yang terbentuk dalam hitungan detik.
Tim penyelamat tampak bekerja di antara reruntuhan sebuah rumah yang atapnya lenyap total menyisakan kerangka, seperti metafora telanjang tentang rapuhnya perlindungan sipil di tengah konflik modern.
“Ohad Moyal,” komandan dari Komando Pertahanan Dalam Negeri, memastikan bahwa ini bukan salah alamat.
“Itu adalah serangan langsung oleh rudal Iran. Banyak bangunan yang terkena,” ujarnya (dikutip dari AFP) pernyataan yang terdengar seperti konfirmasi teknis atas tragedi yang sudah jelas terlihat dengan mata telanjang.
Baca Juga : Trump Klaim ‘Obrolan Mesra’ dengan Iran, Teheran Balas dengan ‘Itu Ngaco’
Militer Israel juga menguatkan klaim tersebut. Sementara itu, juru bicara militer, Nadav Shoshani, membagikan video lokasi kejadian dengan keterangan yang singkat namun efektif, sebuah rumah keluarga hancur oleh rudal Iran. Tidak ada metafora, karena realitasnya sudah cukup keras.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










