[Locusonline.co] Jakarta – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan seluruh prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon untuk segera masuk ke bunker. Instruksi ini dikeluarkan menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan akhir-akhir ini.
Perintah tersebut disampaikan Agus saat melakukan panggilan video dengan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Dalam percakapan yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, Agus menekankan pentingnya menjaga keamanan internal serta keselamatan dan moral prajurit.
“Jaga moril prajurit yang ada di sana, tetap laksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker. Tidak ada kegiatan lagi keluar, dan jaga moril prajurit supaya tetap semangat,” ujar Agus dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
Prioritas Utama: Keselamatan Prajurit
Komandan Satgas menyatakan siap melaksanakan instruksi tersebut. Agus menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh prajurit tetap aman dan terlindungi selama menjalankan tugas perdamaian di bawah mandat UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).
Dalam unggahan yang sama, Agus juga menyampaikan doa bagi para prajurit yang bertugas. Ia berharap seluruh personel diberi kekuatan dan keselamatan dalam menjalankan pengabdian.
“Tetap semangat, jaga kesehatan, jaga kekompakan. Doa kita semua menyertai kalian,” ucap Agus.
Eskalasi Konflik Israel-Hizbullah
Instruksi masuk bunker ini tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan. Israel dan Hizbullah telah terlibat dalam serangkaian serangan lintas batas dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran akan perang skala penuh.
Wilayah operasi pasukan perdamaian UNIFIL, termasuk pos-pos TNI, berada di zona yang rentan terhadap serangan roket, tembakan artileri, dan ledakan proyektil.Faktor Eskalasi Dampak Serangan lintas batas Israel-Hizbullah Meningkatnya intensitas tembakan roket dan artileri Ketidakpastian sumber ledakan Ancaman bagi personel UNIFIL di lapangan Dekatnya pos TNI dengan zona konflik Risiko tinggi terkena serpihan atau ledakan
Duka Mendalam: Tiga Prajurit Gugur
Situasi keamanan pasukan Indonesia di Lebanon menjadi sorotan publik setelah tiga prajurit TNI gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon selatan.
Insiden Pertama (Minggu, 29 Maret 2026)
| Nama | Pangkat | Penyebab |
|---|---|---|
| Farizal Rhomadhon | Praka | Meninggal akibat ledakan proyektil di dekat pos Indonesia di Desa Adchit Al Qusayr |
Menurut laporan UNIFIL, ledakan proyektil terjadi di dekat posisi TNI, mengakibatkan Praka Farizal Rhomadhon gugur.
Insiden Kedua (Senin, 30 Maret 2026)
| Nama | Pangkat | Penyebab |
|---|---|---|
| Zulmi Aditya Iskandar | Kapten Inf | Gugur akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui |
| Muhammad Nur Ichwan | Sertu | Gugur dalam insiden yang sama |
Dua prajurit lainnya gugur dalam insiden terpisah sehari kemudian. Hingga saat ini, sumber ledakan masih belum dapat diidentifikasi secara pasti.
Tiga Prajurit Lainnya Terluka
Kabar duka bertambah pada Jumat (3/4/2026). Tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang juga belum diketahui asalnya.Status Jumlah Keterangan Gugur 3 orang Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan Luka-luka 3 orang Dalam perawatan medis Total korban 6 orang Dalam sepekan terakhir
Langkah TNI: Perlindungan Maksimal
Dengan meningkatnya ancaman keamanan, TNI kini memfokuskan langkah pada perlindungan maksimal seluruh personel yang bertugas dalam misi perdamaian di kawasan tersebut.
Beberapa langkah yang telah diambil:Langkah Keterangan Masuk bunker Seluruh prajurit diinstruksikan berlindung di bunker Penghentian aktivitas luar Tidak ada kegiatan keluar markas Pengamanan internal diperketat Meningkatkan kewaspadaan di dalam pos Koordinasi dengan UNIFIL Memperkuat komunikasi dengan pasukan perdamaian lainnya
Doa dan Dukungan untuk Prajurit
Insiden gugurnya tiga prajurit TNI dan luka-lukanya tiga personel lainnya telah mengundang duka mendalam dari seluruh elemen bangsa. Masyarakat Indonesia turut mendoakan keselamatan para prajurit yang masih bertugas di Lebanon.
Panglima TNI Agus Subiyanto memastikan bahwa seluruh personel yang terluka telah mendapatkan perawatan medis terbaik. Jenazah tiga prajurit yang gugur juga telah diproses untuk segera dipulangkan ke tanah air.
“Kami akan terus memantau situasi dan melakukan langkah-langkah terbaik untuk melindungi putra-putra terbaik bangsa yang sedang bertugas menjaga perdamaian dunia,” tutup Agus. (**)













