BisnisEkonomiNasional

Ara: Pemerintah Tingkatkan Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit di 2026, Naik Drastis dari 45 Ribu!

rakyatdemokrasi
×

Ara: Pemerintah Tingkatkan Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit di 2026, Naik Drastis dari 45 Ribu!

Sebarkan artikel ini
Ara, Pemerintah Tingkatkan Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit di 2026, Naik Drastis dari 45 Ribu! locusonline featured image Apr 2026

[Locusonline.co] Jakarta – Pemerintah akan meningkatkan secara signifikan program bedah rumah rakyat pada tahun 2026, dengan target renovasi mencapai 400 ribu unit rumah di seluruh Indonesia. Angka ini melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 45 ribu unit.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Ara, mengatakan bahwa peningkatan program ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

tempat.co

“Ada langkah strategis untuk peningkatan bedah rumah rakyat. Sedang dipersiapkan bersama Menteri Keuangan, Pak Menteri Sekretaris Negara, dan Pak Sekretaris Kabinet untuk renovasi rumah rakyat di seluruh Indonesia. Tahun lalu itu 45 ribu rumah, tahun ini 400 ribu rumah,” ujar Ara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Peningkatan Signifikan: Dari 45 Ribu Menjadi 400 Ribu Unit

Lonjakan target bedah rumah dari 45 ribu unit menjadi 400 ribu unit menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mengatasi masalah rumah tidak layak huni (rutilahu) di Indonesia. Program ini menyasar rumah-rumah warga yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan renovasi segera.

TahunTarget Bedah Rumah
202545.000 unit
2026400.000 unit
Peningkatan+355.000 unit (+788%)

Seluruh Kabupaten/Kota Tersentuh Program

Selain peningkatan jumlah unit, Ara menyebut cakupan program juga akan diperluas secara nasional. Tahun lalu, terdapat 220 kabupaten/kota yang belum menerima program bedah rumah. Pada tahun 2026, pemerintah memastikan seluruh kabupaten/kota di Indonesia akan mendapatkan program ini.

“Tahun lalu itu 45 ribu rumah, tahun ini 400 ribu rumah. Tahun lalu ada 220 kabupaten kota yang belum dapat. Sekarang semua akan dapat. Jadi ini program yang sangat signifikan dan akan menggerakkan ekonomi dan juga akan berkeadilan,” kata Ara.

Cakupan Program20252026
Kabupaten/kota yang tersentuhSebagian (220 belum dapat)Seluruh kabupaten/kota

Dampak Ekonomi dan Keadilan Sosial

Menurut Ara, program bedah rumah tidak hanya bertujuan menyediakan hunian layak, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi di daerah. Dengan melibatkan tukang, material lokal, dan tenaga kerja setempat, program ini akan menggerakkan roda ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

“Program ini akan menggerakkan ekonomi dan juga akan berkeadilan,” tegas Ara.

Pemanfaatan Lahan BUMN untuk Rusun Rakyat

Pemerintah juga mendapat arahan dari Presiden Prabowo untuk memanfaatkan lahan negara di kawasan perkotaan, terutama aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkeretaapian, guna pembangunan rumah susun (rusun) rakyat.

Dalam beberapa hari terakhir, Ara bersama jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan BP BUMN telah meninjau sejumlah lahan potensial, termasuk di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Lahan tersebut akan dikembangkan menjadi hunian vertikal dengan konsep campuran antara masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok menengah agar tercipta kawasan permukiman yang inklusif.

“Kemudian juga di Bandung tadi saya sudah laporkan bersama Dirut Kereta Api, kita juga sudah menyisir beberapa potensi lahan yang sangat potensial. Akhir bulan ini, kami akan mulai bersama dengan Dirut Kereta Api direncanakan mulai mempersiapkan untuk pembangunan di kota Bandung,” ujarnya.

Lokasi Lahan PotensialRencana Pengembangan
Tanah Abang, JakartaRusun rakyat dengan konsep campuran (MBR + menengah)
Kota BandungRusun rakyat (dalam persiapan)
Lahan BUMN perkeretaapian lainnyaAkan disisir dan dikembangkan

Peningkatan target bedah rumah menjadi 400 ribu unit di tahun 2026 merupakan lompatan besar yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Dengan cakupan nasional yang menjangkau seluruh kabupaten/kota, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan keadilan sosial.

Selain itu, pemanfaatan lahan BUMN perkeretaapian untuk pembangunan rusun rakyat menjadi solusi cerdas di tengah keterbatasan lahan di kawasan perkotaan. Sinergi antara Kementerian PKP, KAI, dan BP BUMN diharapkan dapat mempercepat realisasi hunian vertikal yang inklusif dan berkelanjutan. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow