[Locusonline.co] Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (9/4/2026) ditutup menguat di tengah kekhawatiran pasar atas dilanggarnya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. IHSG berhasil mempertahankan momentum positif meskipun mayoritas bursa saham regional Asia tercatat melemah.
IHSG ditutup menguat 28,38 poin atau 0,39 persen ke posisi 7.307,59. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik tipis 0,28 poin atau 0,04 persen ke posisi 733,90.
Sentimen Global: Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus (Nico), menjelaskan bahwa bursa Asia didominasi pelemahan seiring dengan ketidakpastian berkelanjutan terkait kesepakatan gencatan senjata antara Iran dengan pihak AS dan Israel.
“Bursa Asia didominasi pelemahan, seiring harga minyak yang naik tipis di tengah ketidakpastian berkelanjutan terkait kesepakatan gencatan senjata antara Iran dengan pihak AS dan Israel,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Perkembangan Konflik Timur Tengah:
- Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa beberapa elemen dalam proposal gencatan senjata telah dilanggar menyusul serangan terbaru Israel ke Lebanon.
- Teheran masih sebagian besar memblokir Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.
- Harga minyak mentah global berbalik menguat:
| Jenis Minyak | Harga (per barel) |
|---|---|
| WTI | 97,44 dolar AS |
| Brent | 97,77 dolar AS |
Sentimen Global Lainnya: Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed
Dari AS, risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral AS (The Fed) menunjukkan bahwa semakin banyak anggota yang melihat potensi kenaikan suku bunga sebagai langkah yang diperlukan untuk menekan inflasi. Meskipun demikian, banyak anggota yang masih berharap langkah berikutnya bisa berupa penurunan suku bunga.
Sinyal hawkish ini menjadi sentimen negatif bagi pasar emerging market termasuk Indonesia, namun IHSG masih mampu bertahan di zona hijau.
Sentimen Domestik: Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Mobil Listrik
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meresmikan pabrik mobil listrik dan menyatakan komitmennya untuk mendukung hilirisasi industri. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Selain itu, Presiden juga menyatakan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman untuk satu tahun ke depan. Pernyataan ini berhasil mengurangi kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik Timur Tengah yang tak kunjung usai.
Perdagangan IHSG: Dari Pelemahan ke Penguatan
IHSG dibuka melemah dan sempat betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Namun, memasuki sesi kedua, IHSG berhasil berbalik arah dan bergerak di zona hijau hingga penutupan.Sesi Kondisi Sesi I Melemah (teritori negatif) Sesi II Menguat (zona hijau)
Kinerja Sektoral: Energi Pimpin Penguatan
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat dipimpin oleh sektor energi yang melonjak 2,03 persen. Sementara itu, tujuh sektor terkoreksi dipimpin oleh sektor industri yang turun dalam.Sektor Penguat Perubahan Energi +2,03% Barang Konsumen Non Primer +1,82% Infrastruktur +0,47% (satu sektor lainnya) – Sektor Pelemah Perubahan Industri -1,36% Keuangan -1,24% Barang Konsumen Primer -0,68%
Saham Pilihan & Aktivitas Perdagangan
Top Gainers (Penguatan Terbesar):
- PEGE, HDFA, ASPI, APIC, MSIN
Top Losers (Pelemahan Terbesar):
- TEBE, GSMF, GULA, LFLO, MEGA
Statistik Perdagangan:
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Frekuensi transaksi | 2.242.170 kali |
| Volume saham | 29,04 miliar lembar |
| Nilai transaksi | Rp16,97 triliun |
| Saham naik | 278 saham |
| Saham turun | 378 saham |
| Saham tidak bergerak | 164 saham |
Bursa Regional Asia: Mayoritas Melemah
Berbeda dengan IHSG yang menguat, bursa saham regional Asia sore ini didominasi pelemahan:Indeks Perubahan Nikkei (Jepang) -413,10 poin (-0,78%) Shanghai (China) -28,83 poin (-0,73%) Kuala Lumpur (Malaysia) -10,07 poin (-0,59%) Strait Times (Singapura) -18,97 poin (-0,38%)
IHSG berhasil ditutup menguat di tengah badai ketidakpastian global berkat sentimen positif dari dalam negeri, terutama komitmen Presiden Prabowo terhadap hilirisasi dan jaminan pasokan BBM yang aman. Sektor energi menjadi lokomotif utama penguatan IHSG seiring dengan kenaikan harga minyak dunia.
Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan sinyal kebijakan moneter The Fed yang masih hawkish. (**)














