LOCUSONLINE, LEBAK – Setelah menjalani ritual Kawalu selama tiga bulan masyarakat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, sedang merayakan tradisi seren taun “ngalaksa” untuk melakukan perhitungan jiwa di setiap kampung. Minggu, 5 Mei
Djaro Saija, seorang Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, mengatakan pelaksanaan seren taun “ngalaksa” kali ini di Kampung Cibengkung.
“Kita hari ini melaksanakan seren taun di Kampung Cibengkung dan sehari sebelumnya di Kampung Kadu Ketug,” kata Djaro Saija.
Lebih lanjut Djaro Saija menjelaskan, perayaan tradisi seren taun dilakukan untuk mengetahui jumlah jiwa yang ada di kampung-kampung pemukiman masyarakat Baduy.
“Saat ini, di pemukiman Badui terdapat sekitar 68 kampung, termasuk tiga Kampung Badui Dalam yaitu Cibeo, Cikawartana, dan Cikeusik,” jelasnya.
Kegiatan ngalaksa atau seren taun ini merupakan bagian dari tradisi Baduy yang dilakukan setiap tahun untuk mengetahui populasi jiwa di setiap kampung.
Perayaan tradisi seren taun ini cukup ramai, dengan warga Baduy yang memadati 20 rumah di Kampung Cibengkung. Mereka berkumpul sambil menunggu perayaan ngalaksa dan membuat daun janur aren sebagai simbol pendataan jiwa.
Perayaan ngalaksa ini dipusatkan di rumah Dangka, seorang tetua adat Baduy. Selama perayaan ini, warga Baduy juga mendapatkan makanan laksa yang terbuat dari tepung beras dan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil pertanian ladang huma.
“Kami berharap seren taun ini membawa berkah dan kehidupan yang sejahtera, serta semoga hasil panen pertanian ladang melimpah,” kata Djaro Saija.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues













