“Karena sebetulnya gerakan masyarakat hidup sehat ini memang bertujuan untuk bagaimana kita agar lebih aktif dalam hal promotif dan preventif ya terkait kesehatan kita,” lanjut dr. Leli.
Dinkes Garut telah menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan di berbagai layanan, mulai dari puskesmas, pustu, hingga posyandu.
“Kemudian juga sekarang untuk cek TBC, baik laboratorium ataupun dengan rontgen itu juga kita sudah melakukannya di puskesmas-puskesmas, Pustu, dan juga kita menyediakan screening-screening awal juga di posyandu,” katanya.
dr. Leli mengakui bahwa implementasi GERMAS masih perlu ditingkatkan, terutama terkait kesadaran berolahraga, makanan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Kasus demam berdarah dan diare, misalnya, masih sering terjadi akibat lingkungan yang kurang terjaga.
“Kan sekarang DBD saja sudah naik lagi di musim penghujan kasusnya itu erat kaitannya juga dengan kesehatan lingkungan. Kemudian penyakit diare, itu juga erat kaitannya dengan keseharian lingkungan, bahkan stunting itu sendiri juga erat kaitannya dengan keseharian lingkungan,” jelasnya.
Dengan dukungan mitra, dr. Leli mengharapkan GERMAS dapat lebih menggema di masyarakat, sehingga terwujud pola hidup sehat.
“Kita saling mengingatkan dan membantu untuk sukseskan program ini,” tandasnya.
Pewarta: Suradi
Editor: Bhegin

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












