“Namun lebih kepada menjadi bridge builder, menjadi pihak yang justru bisa menjadi penengah jika ada kepentingan-kepentingan yang saling bertolak belakang,” ujarnya.
Sugiono mengakui adanya masukan untuk meninjau kembali niat Indonesia menjadi anggota BRICS. Namun, dia menekankan bahwa Indonesia tetap pada posisi hendak bergabung BRICS sebab mempunyai kebebasan sebagai negara berdaulat untuk menentukan dengan siapa bekerjasama demi kepentingan nasional RI.
“Kita masih (akan bergabung). Belum, belum ada perubahan. Sekali lagi, kalau misalnya itu merupakan sesuatu yang sifatnya mengancam kepentingan nasional, kita bisa saja melihat kembali seperti apa,” kata Sugiono ditemui usai rapat.
Editor: Bhegin

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”













