Garut

Garut Kukuhkan PWRI Periode 2026-2031, Bupati Tekankan Peran Strategis Pensiunan dalam Pembangunan

suradigrt
×

Garut Kukuhkan PWRI Periode 2026-2031, Bupati Tekankan Peran Strategis Pensiunan dalam Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Garut Kukuhkan PWRI Periode 2026 2031, Bupati Tekankan Peran Strategis Pensiunan dalam Pembangunan locusonline featured image Jan2026

“Profesi sebagai pensiun tidak menghambat untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara,” tegas Bupati Abdusy Syakur Amin kepada kader PWRI yang dikukuhkan.

[Locusonline.co] Garut — Semangat pengabdian tak berhenti pada masa pensiun. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi mengukuhkan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Garut untuk masa bakti 2026-2031 dalam sebuah acara khidmat di Ruang Pamengkang, Kamis (22/1). Pengukuhan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi besar para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai mitra strategis pembangunan.

tempat.co

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pensiunan yang telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk melayani masyarakat. “Bapak dan ibu bukan orang sembarangan. Orang-orang yang sudah sekian puluh tahun mengabdi untuk Kabupaten Garut,” ujarnya.

PWRI: Wadah Pengabdian Lanjutan Pasca-Dinas

Kehadiran Ketua PWRI Jawa Barat, Yuyun Muslihat, semakin mengukuhkan peran strategis organisasi ini. Yuyun menjelaskan bahwa PWRI merupakan wadah bagi para pensiunan untuk melanjutkan semangat pengabdian mereka dengan cara yang sesuai kapasitas usia.

“Tugas PWRI adalah melanjutkan tugas-tugas masa dinas kita dahulu,” tegas Yuyun. Ia secara khusus mendorong PWRI Garut untuk fokus mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Dengan kolaborasi yang erat, diharapkan kontribusi PWRI dapat berdampak langsung pada kenaikan IPM yang berkelanjutan,” tambahnya.

Struktur Kepengurusan yang Komprehensif: Dari Kesehatan hingga Seni Budaya

Untuk menjalankan peran strategis tersebut, PWRI Garut periode 2026-2031 telah menyusun struktur kepengurusan yang komprehensif, mencakup berbagai bidang pembangunan. Berikut adalah bagan yang menggambarkan struktur dan fokus bidang pengurus inti:

Struktur Kepengurusan yang Komprehensif

Kontribusi Nyata di Berbagai Sektor

Dengan struktur yang solid, PWRI Garut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor:

  1. Ekonomi: Pendampingan UMKM, pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
  2. Pendidikan: Menjadi mentor, tutor, atau pengawas pendidikan non-formal, serta mendukung program literasi.
  3. Kesehatan: Kampanye hidup sehat bagi lansia, pendampingan posyandu, dan sosialisasi pencegahan stunting.
  4. Sosial dan Agama: Menjadi teladan dalam kerukunan umat beragama, mediator konflik sosial, dan penggerak kegiatan filantropi.
  5. Seni dan Budaya: Pelestarian tradisi lokal, menjadi narasumber sejarah dan budaya daerah, serta mendukung event kesenian.

Sinergi dengan Visi “Garut Hebat dan Berkelanjutan”

Keberadaan PWRI yang aktif sejalan dengan visi pembangunan “Garut Hebat dan Berkelanjutan”. Para pensiunan ASN dengan segudang pengalaman, jaringan, dan pengetahuan merupakan aset intelektual yang sangat berharga. Mereka dapat menjadi mitra pemerintah dalam:

  • Pemantauan Program: Memberikan masukan dan evaluasi berdasarkan pengalaman lapangan.
  • Pendampingan Masyarakat: Menjadi jembatan antara pemerintah dan warga, terutama di daerah terpencil.
  • Pelestarian Nilai-Nilai: Menjaga etos kerja, integritas, dan nilai-nilai luhur lainnya dalam birokrasi dan masyarakat.

Menatap Masa Depan: Dari Purna Bakti Menuju Kontribusi Abadi

Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan deklarasi bahwa masa pensiun adalah fase baru untuk berkontribusi dengan cara yang berbeda. Bupati Syakur berpesan agar semangat pengabdian tetap terjaga. “Bapak dan ibu sudah pensiun, tapi ilmu, pengalaman, dan jaringan yang dimiliki tidak ikut pensiun,” ujarnya.

Dengan memanfaatkan potensi para pensiunan secara optimal melalui PWRI, Garut tidak hanya menghargai jasa para abdi negara, tetapi juga mengakselerasi pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang terlatih dan berpengalaman. Langkah ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam memberdayakan pensiunan ASN untuk kemajuan bangsa. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow