Garut

Momentum Satu Abad NU Jadi Titik Balik Pemberdayaan Ekonomi

suradigrt
×

Momentum Satu Abad NU Jadi Titik Balik Pemberdayaan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Momentum Satu Abad NU Jadi Titik Balik Pemberdayaan Ekonomi locusonline featured image Jan2026

Memasuki seabad kontribusinya, Nahdlatul Ulama Garut mengukuhkan peran sosial-keagamaan dengan memasuki babak baru pemberdayaan ekonomi umat, didorong oleh sinergi kuat dengan pemerintah daerah untuk menyediakan akses modal inklusif bagi pelaku usaha.

[Locusonline.co] Memasuki usia satu abad pada tahun 2026, Nahdlatul Ulama (NU) di Garut tidak hanya merayakan sejarah panjangnya dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga mengukuhkan agenda baru yang lebih konkret: mendorong kemandirian ekonomi umat. Momentum Opening Ceremony Satu Abad NU dan Musyawarah Kerja Cabang di SOR Ciateul pada Senin (26/1/2026) menjadi panggung deklarasi kolaborasi strategis antara PCNU Kabupaten Garut dan Pemerintah Kabupaten Garut untuk menjawab tantangan ekonomi riil warga, khususnya dalam hal akses permodalan .

tempat.co

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyatakan bahwa sementara apresiasi setinggi-tingginya telah diberikan atas kontribusi NU selama seratus tahun di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, langkah ke depan harus berfokus pada sinergi pemberdayaan ekonomi lokal .

Sebagai tindak lanjut nyata, ia mengumumkan dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi akses modal yang ringan bagi pelaku usaha, termasuk warga Nahdliyin dan masyarakat umum .

Ketua PCNU Kabupaten Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid, menegaskan bahwa semangat peringatan satu abad ini adalah wujud syukur dan komitmen untuk terus menjalankan peran himayatul ummah (melindungi umat) dan khidmatul ummah (melayani umat) dalam konteks kekinian, termasuk melalui pemberdayaan ekonomi .

Strategi Pemerintah: Dari KUR 3% hingga Pembiayaan Tanpa Agunan

Komitmen Bupati Syakur untuk memperluas akses modal bukanlah wacana baru. Ia adalah bagian dari strategi berkelanjutan Pemkab Garut yang telah lama menjadikan kemudahan permodalan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah .

Dalam berbagai forum, Bupati aktif mendorong perbankan untuk memperluas akses finansial, terutama bagi sektor rumah tangga dan UMKM, serta mendukung program-program inklusi keuangan .

Pada peringatan satu abad NU, Bupati memberikan penjelasan spesifik mengenai bentuk dukungan tersebut :

  • Skema Modal Hingga Rp10 Juta: Pemerintah akan memfasilitasi akses ke pembiayaan dengan suku bunga hanya 3% per tahun. Skema ini sejalan dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersubsidi pemerintah yang telah banyak digaungkan untuk peternak dan UMKM di Garut .
  • Pembiayaan Skala Lebih Besar Tanpa Agunan: Untuk usaha yang membutuhkan modal lebih besar, pemerintah berupaya menyediakan skema pembiayaan tanpa agunan melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan, seperti Bank BJB .

Dukungan Sistemik dan Tantangan yang Dihadapi

Upaya ini didukung oleh kerangka kerja sama yang solid antara Pemkab Garut dan OJK Jawa Barat melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Sinergi ini telah berbuah manis, ditandai dengan capaian Garut sebagai peringkat ketiga se-Jawa Barat dalam penyaluran KUR dan komitmen untuk terus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan, termasuk keuangan syariah yang potensial dikembangkan melalui jaringan pondok pesantren .

Namun, beberapa tantangan masih menghadang. Meski Rp1,2 triliun KUR telah tersalurkan ke 30 ribu UMKM Garut hingga September 2025, masih banyak pelaku usaha yang belum terjangkau . Kendala umum yang dihadapi antara lain masalah pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau BI Checking yang menghambat akses ke perbankan formal bagi mereka yang memiliki riwayat kredit bermasalah, sekalipun telah memiliki aset seperti sertifikat tanah .

Peta Jalan Kolaborasi NU dan Pemerintah Daerah

Peluncuran dukungan permodalan dalam momentum satu abad NU ini dapat dilihat sebagai titik awal dari sebuah peta jalan kolaborasi yang lebih terstruktur. Strategi ini melengkapi berbagai program ekonomi pemerintah yang sudah berjalan, seperti penguatan UMKM sebagai supplier program nasional, pengembangan ekonomi kreatif dan industri kulit, serta pendampingan digitalisasi usaha .

Berikut adalah tiga pilar utama yang dapat dikembangkan dari kolaborasi ini:

Kolaborasi Pemberdayaan Nu dan Pemkab Garut

Melihat ke Depan: Dari Ritual Keagamaan ke Penggerak Ekonomi Umat

Peringatan satu abad NU di Garut, yang dimeriahkan oleh Mukercab, pameran bazar lebih dari 200 UMKM, dan apel kebangsaan, telah menjadi simbol peralihan yang signifikan . Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini tidak hanya mempertahankan peran tradisionalnya, tetapi juga secara aktif merangkul peran baru sebagai katalisator ekonomi kerakyatan.

Dengan komitmen kuat dari pimpinan daerah dan infrastruktur keuangan yang semakin diperkuat, langkah NU Garut ini berpotensi menjadi model pemberdayaan berbasis komunitas keagamaan yang dapat direplikasi di daerah lain. Sinergi antara kekuatan sosial-kultural NU dan sumber daya kebijakan serta keuangan pemerintah daerah ini diharapkan dapat mengakselerasi kemandirian ekonomi umat, mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata, dan memberikan makna baru yang lebih aplikatif bagi semangat khidmatul ummah di abad kedua perjalanan NU. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow