[Locusonline.co] Garut — Pemerintah Kabupaten Garut mengumumkan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-213 (HJG) yang akan berlangsung pada 12 hingga 18 Februari 2026. Tahun ini, perayaan akan dimulai dengan ritual “Ngarawat Ci Garut” — sebuah acara yang mengangkat filosofi historis kelahiran Kabupaten Garut yang bermula dari pencarian sumber air, sebelum berpuncak pada upacara besar di alun-alun dengan sentuhan “Mini Pelayanan Publik” dan pagelaran budaya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, menjelaskan bahwa konsep Ngarawat Ci Garut dipilih sebagai pembuka untuk mengingatkan kembali pada akar sejarah wilayah tersebut. “Pemberangkatan awal Kabupaten Garut ini muncul karena kita mencari air,” ujar Nurdin seusai memimpin rapat persiapan di Kantor Wakil Bupati. Ritual ini akan melibatkan aktivitas simbolis di sekitar Sumur Garut yang terletak di kompleks SMPN 1 Garut.
Rangkaian Acara: Dari Ziarah Adat Hingga Pesta Rakyat
Berikut adalah kronologi utama peringatan HJG ke-213 Kabupaten Garut:Tanggal Waktu (Perkiraan) Kegiatan Pokok Lokasi Kamis, 12 Feb 2026 Pagi Ngarawat Ci Garut (Ritual Air) SMPN 1 Garut Siang Mengenang Sejarah Pemerintahan Titik Nol Kabupaten Garut Siang Ziarah ke Makam Para Bupati:
1. RAA Adiwijaya (Bupati Pertama)
2. Bupati III, IV, V, dan XIIITPU Cipeujeuh & Makam Dalem Kaum Dzuhur Doa dan Salat Dzuhur Bersama Masjid Agung Garut Rabu, 18 Feb 2026 Pagi Upacara Peringatan HJG ke-213 Alun-Alun Garut Setelah Upacara Pesta Rakyat: Pagelaran Seni, Mini Pelayanan Publik, Gelar Pangan Murah, Pameran UMKM & Sejarah Sekitar Alun-Alun Sore Rapat Paripurna Istimewa DPRD Gedung DPRD Garut
Puncak perayaan akan berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026, di Alun-Alun Garut atau Lapangan Otto Iskandar Dinata. Selain upacara kenegaraan, hari itu akan diisi dengan berbagai aktivitas yang melibatkan publik secara langsung, seperti pagelaran seni budaya dan pameran sejarah. Inovasi tahun ini adalah kehadiran “Mini Pelayanan Publik”, di mana sejumlah instansi diperkirakan akan membuka konter layanan cepat di lokasi acara untuk melayani warga.
Nuansa Budaya Sunda dan Harapan Pemerintah
Nurdin Yana menekankan bahwa perayaan tahun ini akan mengusung nuansa kesundaan yang kental. Ornamen seperti umbul-umbul, spanduk, dan khususnya penjor — bagian integral dari budaya Sunda — akan menghiasi jalan-jalan utama dan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Kita skrip sedemikian rupa sehingga yang terkesan adalah kesundaannya,” tegas Nurdin.
Pemerintah berharap rangkaian acara yang dirancang tidak hanya sebagai seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi sejarah, pelestarian budaya, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat Garut. (**/SM)












