Ekonomi

Harga Cabai Berangsur Normal, Produksi Maret Naik 16 Persen

rakyatdemokrasi
×

Harga Cabai Berangsur Normal, Produksi Maret Naik 16 Persen

Sebarkan artikel ini
Harga Cabai Berangsur Normal, Produksi Maret Naik 16 Persen locusonline featured image Mar 2026

Jakarta – Kabar baik bagi masyarakat pasca-Idul Fitri 1447 H. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa harga cabai, terutama cabai rawit merah, mengalami penurunan serentak di berbagai pasar, baik pasar induk maupun pasar rakyat. Kondisi ini membantu menjaga stabilitas harga pangan setelah lonjakan permintaan selama bulan Ramadhan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengungkapkan bahwa selama masa Ramadhan, harga cabai rawit merah sempat melambung tinggi. Namun kini, setelah Hari Raya, harga mulai turun dan mendekati harga acuan penjualan tingkat konsumen.

tempat.co

“Usai Ramadhan dan Idul Fitri kondisi harga cabai telah menurun dan mendekati harga acuan penjualan tingkat konsumen,” kata Ketut dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Harga di Pasar Induk Kramat Jati: Kompak Turun

Berdasarkan pemantauan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, harga cabai kompak mengalami penurunan. Berikut rinciannya:

Jenis CabaiHarga per Kilogram
Cabai rawit merahRp45.000 – Rp60.000 (tergantung kualitas)
Cabai rawit keritingRp15.000 – Rp25.000
Cabai merah keritingSekitar Rp40.000

“Harga relatif bagus. Cabai rawit merah sudah sekitar Rp60.000 (per kg). Ini turun jadi sangat bagus. Cabai merah keriting sekitar Rp40.000 malahan. Artinya, di sini harga relatif sangat bagus,” ujar Ketut.

Harga di Pasar Rakyat Juga Ikut Turun

Penurunan harga tidak hanya terjadi di pasar induk. Berdasarkan pemantauan di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, harga cabai rawit merah juga telah menyentuh angka Rp60.000 per kg. Sementara cabai merah keriting dibanderol di kisaran Rp40.000 per kg.

Intervensi Pemerintah: Subsidi Ongkos Kirim dari Enrekang

Sebelumnya, pemerintah sempat melakukan intervensi pasokan cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati. Bapanas menanggung biaya kirim dari Champion Cabai Enrekang, Sulawesi Selatan, sebanyak 3.150 kg. Kebijakan ini membuat harga jual di pasar induk menjadi lebih rendah dan terjangkau.

Harga di Pare Kediri Juga Alami Koreksi

Kondisi serupa juga terpantau di Pasar Induk Pare Kediri, Jawa Timur. Harga cabai rawit merah berada di rentang Rp33.000 – Rp57.000 per kg tergantung kualitasnya. Sementara cabai merah keriting dibanderol dengan harga sangat terjangkau, yakni Rp20.000 – Rp22.000 per kg.

Apa Penyebab Turunnya Harga Cabai?

Ketut menjelaskan bahwa penurunan harga cabai rawit merah di berbagai daerah ini disebabkan oleh beberapa faktor:

1. Cuaca Mendukung Panen

Faktor cuaca yang lebih bersahabat pada minggu-minggu ini memungkinkan para petani untuk melakukan panen dengan lebih optimal.

2. Permintaan Kembali Normal

Setelah masa Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan masyarakat terhadap cabai cenderung kembali normal, tidak setinggi saat bulan puasa dan persiapan Lebaran.

3. Peningkatan Produksi Bulanan

Proyeksi neraca pangan cabai rawit merah mengestimasikan produksi di bulan Maret dapat mencapai 164,6 ribu ton. Angka ini meningkat 16,4 persen dibandingkan produksi Februari yang berada di angka 141,3 ribu ton.

Data Indeks Perkembangan Harga (IPH)

Berdasarkan data IPH pada pekan kedua Maret (menjelang Lebaran), kenaikan harga cabai rawit merah terjadi di 198 kabupaten/kota. Namun, 48 kabupaten/kota masih mencatat harga sesuai batas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen sebesar Rp57.000 per kg.

Sementara untuk cabai merah keriting, kenaikan harga terjadi di 131 kabupaten/kota, namun 97 kabupaten/kota masih dalam rentang harga wajar karena tidak melampaui HAP maksimal Rp55.000 per kg.

Amran Sulaiman: Waspadai Middleman, Satgas Siap Segel!

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menuturkan bahwa kenaikan tipis harga pada komoditas tertentu perlu dilihat sebagai bagian dari keseimbangan pasar agar produsen pangan tetap memperoleh manfaat ekonomi yang wajar.

Namun, Amran menegaskan akan memberantas praktik-praktik pedagang perantara (middleman) yang menjadi biang keladi anomali harga pangan. Menurutnya, rakyat tidak boleh kesulitan mengakses harga pangan sesuai ketetapan pemerintah.

Ia juga meminta Satgas Pangan di seluruh Indonesia agar tidak sungkan melakukan penyegelan bila menemukan oknum yang membuat harga pangan naik di luar kewajaran.

Dengan turunnya harga cabai secara serentak di berbagai wilayah, masyarakat dapat bernapas lega pasca-Lebaran. Penurunan ini merupakan hasil dari intervensi pemerintah, dukungan cuaca, serta peningkatan produksi. Bapanas dan Satgas Pangan akan terus memantau pergerakan harga untuk memastikan stabilitas tetap terjaga.

Masyarakat diimbau untuk membeli cabai di pasar resmi dan melaporkan jika menemukan harga tidak wajar melalui kanan pengaduan yang tersedia. (**)

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow