DaerahKabupaten Bandung

Setelah Viral, Rumah Reyot Saparudin Akhirnya Dibedah Lewat Program Rutilahu

rakyatdemokrasi
×

Setelah Viral, Rumah Reyot Saparudin Akhirnya Dibedah Lewat Program Rutilahu

Sebarkan artikel ini
Setelah Viral, Rumah Reyot Saparudin Akhirnya Dibedah Lewat Program Rutilahu locusonline featured image Apr 2026

[Locusonline.co] Cileunyi – Saparudin (56), warga Dusun Babakan Cikeruh RT 02 RW 14, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, akhirnya bisa bernapas lega. Rumah yang selama ini ia tempati bersama 11 anggota keluarganya dalam kondisi memprihatinkan kini akan segera diperbaiki melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Kisah hidup Saparudin dan keluarganya viral setelah diberitakan media, mendorong pemerintah dan berbagai pihak untuk segera bertindak.

tempat.co

Kondisi Rumah: Bilik Bambu Keropos, Lantai Tanah, Atap Bocor

Selama bertahun-tahun, Saparudin dan keluarganya harus bertahan di rumah berukuran 3×6 meter dengan kondisi nyaris roboh. Dinding bilik bambu yang keropos, atap bocor, hingga lantai tanah yang becek saat hujan menjadi ancaman serius bagi keselamatan mereka.

“Ini kebetulan kondisinya bilik semua, dan di dalam sudah keropos. Takut kalau hujan atau angin, jadi kurang tenang untuk ditempati,” ujar Saparudin saat ditemui, Jumat (3/4/2026).

Ia mengaku telah tinggal di rumah tersebut sejak tahun 2020 bersama tiga kepala keluarga dengan total 12 orang. Kondisi sempit membuat mereka harus tidur berdempetan.

Aspek RumahKondisi
Ukuran3 x 6 meter
DindingBilik bambu keropos
LantaiTanah, becek saat hujan
AtapBocor di beberapa bagian
Penghuni12 orang (3 KK)

Saat hujan turun, sebagian atap rumah bocor. Namun ia tak berani memperbaiki sendiri karena khawatir bangunan akan roboh saat dinaiki.

“Kalau mau dibetulin juga takut, pas naik takutnya roboh,” ungkapnya.

Viral Mempercepat Realisasi Bantuan

Meskipun sebelumnya rumahnya telah didata sebagai penerima bantuan Rutilahu, realisasi pembangunan belum kunjung dilakukan. Hingga akhirnya, kisahnya mencuat setelah diberitakan media dan viral di masyarakat.

Kepala Desa Cimekar, Iwan Dharmawan, menjelaskan bahwa rumah Saparudin awalnya masuk dalam tahap kedua program Rutilahu. Namun setelah viral dan mendapat perhatian publik, pembangunan dipercepat.

“Rumah ini sebelumnya masuk tahap kedua. Tapi setelah viral dan ada komunikasi dengan pemerintah kabupaten serta dukungan dewan, akhirnya dipercepat. Tadi sudah disurvei dan diukur, kemungkinan Senin mulai dibangun,” jelasnya.

Jadwal Pembangunan dan Tempat Tinggal Sementara

Kini, harapan itu mulai terwujud. Saparudin menyebut pembongkaran rumah direncanakan dimulai pada hari Minggu (4/4/2026) , dilanjutkan dengan pembangunan pada hari Senin (5/4/2026).

“Alhamdulillah sudah clear. Hari Minggu pembongkaran, hari Senin mulai pembangunan,” katanya.

Selama proses pembangunan, Saparudin dan keluarganya akan tinggal sementara di rumah kontrakan yang disediakan oleh donatur.

“Ada yang nanggung kontrakan sementara,” ujarnya.

Data Rutilahu di Desa Cimekar: Masih Banyak Pekerjaan Rumah

Iwan Dharmawan mengungkapkan data penanganan Rutilahu di Desa Cimekar sejak tahun 2020:

IndikatorJumlah
Total rumah tidak layak huni471 unit
Telah diperbaiki291 unit
Sisa yang belum diperbaiki±180 unit
Target rehabilitasi tahun ini40 unit (dari dinas & aspirasi dewan)

Dengan jumlah warga mencapai hampir 12 ribu kepala keluarga yang tersebar di 175 RT, penanganan Rutilahu di Desa Cimekar masih menjadi pekerjaan besar yang terus diupayakan.

Sabar Jadi Obat: Perjuangan Panjang Saparudin

Bagi Saparudin, bantuan ini menjadi jawaban atas perjuangan panjang hidupnya. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan, kini ia dan keluarganya bisa menatap masa depan dengan lebih baik.

“Enak gak enaknya, pahit manisnya sudah dijalani. Cuma kesabaran yang jadi obatnya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kisah Saparudin menjadi pengingat bahwa masih banyak warga di berbagai daerah yang hidup dalam kondisi serupa. Viral di media sosial terbukti mampu mempercepat realisasi bantuan yang sempat tertunda.

Dengan dimulainya pembangunan rumah baru, Saparudin dan keluarganya dapat segera menempati tempat tinggal yang layak dan aman. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mengupayakan penanganan Rutilahu bagi warga lainnya yang masih membutuhkan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan dewan untuk mempercepat rehabilitasi rumah-rumah tidak layak huni yang tersisa,” tutup Iwan Dharmawan. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow