CianjurDaerahEkonomiInvestigasiJawa BaratNewsSorot

Ketika Ikan Cirata Dicap Beracun, Siapa yang Sebenarnya Tercemar?

bhegins
×

Ketika Ikan Cirata Dicap Beracun, Siapa yang Sebenarnya Tercemar?

Sebarkan artikel ini
Cirata keramba
Foto Istimewa

LOCUSONLINE, CIANJUR – Di balik tenangnya air Waduk Cirata, tersimpan gelombang keresahan yang kini menghantam keras para petani ikan setempat. Semua bermula dari satu pernyataan kontroversial: “Ikan dari Cirata mengandung merkuri dan tidak layak konsumsi.” Kalimat itu terlontar dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, dalam sebuah forum nasional. Senin, 7 Juli 2025

Bagi masyarakat umum, pernyataan itu mungkin terdengar seperti peringatan kesehatan. Namun bagi ribuan petani ikan yang menggantungkan hidupnya dari budidaya di Cirata, kalimat itu adalah vonis tanpa pengadilan—membunuh kepercayaan pasar dan merontokkan harga ikan hingga ke dasar kolam.

tempat.co

Keresahan Melebar, Pasar Terjun Bebas

Asep Guntara, anggota Komisi II DPRD Cianjur, menyebut kondisi di lapangan bak domino yang runtuh satu per satu.

“Setelah ucapan itu viral, pasar langsung lesu. Harga jual jatuh. Bahkan, banyak pedagang dan konsumen membatalkan pembelian hanya karena mendengar kata ‘Cirata’,” ujar Asep saat ditemui tim investigasi, Sabtu (5/7).

Dari penelusuran tim redaksi ke sejumlah petani ikan di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, keluhan serupa bergema di tiap jaring apung. Burhan, seorang petani ikan yang sudah belasan tahun menggeluti budidaya nila dan mas, mengaku omzetnya turun drastis dalam seminggu terakhir.

“Biasanya saya kirim 1 ton ikan ke pasar Cianjur. Sekarang? Separuhnya saja sudah syukur. Banyak yang batal beli. Katanya takut merkuri,” katanya lirih.

Fakta Laboratorium: Tidak Terdeteksi Logam Berat

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow