LOCUSONLINE, JAKARTA — Di tengah riuh anggaran negara yang ketat dan tumpukan masalah publik yang belum selesai, Polri tampaknya melangkah lebih maju — atau justru melompat terlalu jauh — dengan memamerkan deretan robot polisi dalam parade HUT ke-79 Bhayangkara di Monas, 1 Juli 2025 lalu. Ada robot humanoid yang bisa hormat ke Presiden, ada juga “robodog” yang konon bisa mencium bahaya — asal jangan mencium kecurigaan publik. Selasa, 8 juli 2025
Yang paling menyita perhatian, tentu saja, bukan kecanggihan teknologi yang diperkenalkan, tetapi klaim Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahwa semua robot itu tak menguras anggaran negara.
“Enggak pakai anggaran kok, orang ini uji coba,” kata Kapolri seperti sedang menenangkan dompet publik.
Presiden Prabowo Subianto, yang hadir dalam perayaan itu, tampak kagum saat disapa oleh robot berseragam Polri lengkap dengan baret cokelat dan bendera Sabhara. Namun yang lebih menarik perhatian publik adalah bagaimana robot-robot berharga miliaran ini bisa dipamerkan tanpa anggaran. Atau setidaknya, begitu katanya.
Salah satu pengembang dari PT EZRA ROBOTICS Teknologi bahkan menyebut, harga satu unit robodog — versi robotik anjing pelacak — bisa menembus Rp 3 miliar. Itu pun untuk versi dasar. Jika ditambah fitur, harga bisa melompat lebih jauh, seperti imajinasi masa depan Polri.
Baca Juga :
Nyawa Kalah Mahal dari Tarif Kendaraan, Kapal Tenggelam Regulasi Ikut Karam
Namun dalam pembelaannya, Kapolri meyakinkan bahwa robot-robot tersebut hanyalah uji coba, hasil kerja sama dengan perusahaan teknologi dalam negeri. Meski demikian, publik bertanya: jika bukan dari anggaran, lalu dari mana biaya mainan mewah ini berasal? Dan kenapa uji coba bisa semewah itu?

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”