Turnamen yang awalnya digagas sebagai hiburan pengisi waktu jelang berbuka puasa, kini berubah menjadi mesin penggerak ekonomi dan pencarian bakat atlet nasional di Kabupaten Garut.
[Locusonline.co] Pagi itu, Lapangan Bola Voli Dandenpom III/2 Garut ramai oleh sorak-sorai. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara resmi membuka Turnamen Bola Voli Ngabuburit ke-12 Tahun 2026, menandai dimulainya lagi tradisi tahunan yang telah menjadi penanda datangnya bulan Ramadan di daerah ini.
Acara ini, yang digagas dan diselenggarakan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/2 Garut, telah menjadi agenda tetap yang dinantikan masyarakat. “Ini kan kegiatan yang menjadi ikon karena ini dilaksanakan (yang ke) 12 kali,” ujar Syakur yang juga menjabat sebagai Ketua KONI dan PBVSI Garut, menggarisbawahi konsistensi penyelenggaraan yang sempat terhenti akibat pandemi.
Peta Rencana Pembangunan Olahraga Garut
Di balik serunya pertandingan voli, Bupati Syakur mengungkapkan peta jalan pembangunan olahraga yang lebih luas. Berikut adalah tiga pilar utama yang sedang dibangun:
Lebih dari Sekadar Hiburan: Pembibitan Atlet dan Ekonomi Kerakyatan
Bupati menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang musiman. Ia menyoroti perannya sebagai wadah observasi bakat muda.
“Beberapa pemain potensial yang berlaga akan dijadikan target untuk pembinaan prestasi lebih lanjut ke tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya. Visi ini sejalan dengan pernyataan Kadispora Garut, Ade Hendarsyah, dalam pembukaan edisi sebelumnya, yang menyebut turnamen ini sebagai sarana pencarian bibit atlet potensial untuk Garut.
Selain itu, Bupati juga mengumumkan rencana memperluas kompetisi dengan menggelar Bupati Cup antar desa di seluruh Kabupaten Garut. “Kita sudah siapkan dananya… sehingga suasana vibes dari kompetisi bola voli ini semakin merata dimana-mana,” ungkapnya.
Aspek ekonomi menjadi penekanan penting lainnya. Syakur menjelaskan bahwa event olahraga adalah penggerak roda perekonomian masyarakat. Semakin banyak aktivitas, perputaran ekonomi di sekitar lokasi kegiatan juga meningkat. “Karena ini intinya selain untuk pembibitan juga ini untuk pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Menuju Tuan Rumah Porda: Strategi Kolaborasi dan Penyiapan Infrastruktur
Ambisi Garut tidak berhenti di turnamen lokal. Bupati mengungkapkan progress persiapan Kabupaten Garut menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat di masa depan. Ia bersama Ketua KONI telah melakukan presentasi yang diterima baik, dan kini menunggu Surat Keputusan resmi.
“Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp15,8 miliar yang diterima Dinas Pendidikan Garut pada 2024 menunjukkan komitmen peningkatan sarana fisik daerah, meski untuk keperluan sekolah.
Untuk mengatasi keterbatasan fasilitas olahraga yang komprehensif, Syakur menyampaikan strategi kolaborasi dengan kabupaten/kota tetangga. “Itu kan nanti dibagi-bagi (tempat penyelenggaraan), kita akan mengajak Bandung, Sumedang, beberapa kita tidak memiliki semua fasilitas,” jelasnya. Targetnya adalah “sukses prestasi, sukses ekonomi, dan sukses penyelenggaraan”.
Semangat Kebersamaan TNI dan Masyarakat
Letnan Kolonel CPM Harmaji, Dandenpom III/2 Garut, menyatakan bahwa turnamen ini bertujuan mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat.
Ia juga menegaskan komitmen untuk menghormati ibadah puasa. “Karena ini turnamen ngabuburit, semua pertandingan akan selesai sebelum Maghrib, sehingga tidak mengganggu ibadah puasa,” pungkasnya.
Pada pelaksanaan tahun 2025 lalu, turnamen ini diikuti oleh 70 klub, dengan harapan dapat melahirkan bibit atlet yang mampu berlaga di tingkat nasional hingga internasional.
Masa Depan Olahraga Garut: Visi yang Terintegrasi
Pembukaan Turnamen Bola Voli Ngabuburit ke-12 ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah penanda dimulainya kembali sebuah tradisi, sekaligus cermin dari visi pembangunan olahraga Garut yang terintegrasi.
Dari ajang ngabuburit, terbentang garis lurus menuju Bupati Cup, pembinaan atlet berjenjang, hingga ambisi menjadi tuan rumah event regional seperti Porda. Semua diikat oleh pemahaman bahwa olahraga yang hidup adalah olahraga yang mampu menggerakkan komunitas, menemukan bakat, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi warganya.
Dengan semangat kolaborasi dan perencanaan bertahap, Garut sedang membangun pondasi agar denyut olahraga di daerahnya tidak hanya ramai di bulan Ramadan, tetapi berdenyut kuat sepanjang tahun, menghasilkan prestasi dan kesejahteraan. (**)














