Bisnis

Bitcoin Anjlok 7% ke Level Terendah Sejak November 2025, Likuidasi Tembus USD 1,68 Miliar

rakyatdemokrasi
×

Bitcoin Anjlok 7% ke Level Terendah Sejak November 2025, Likuidasi Tembus USD 1,68 Miliar

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Anjlok 7% ke Level Terendah Sejak November 2025, Likuidasi Tembus USD 1,68 Miliar locusonline featured image Feb

[Locusonline.co] JAKARTAPasar kripto global diguncang badai penjualan hebat. Bitcoin (BTC), aset digital terbesar di dunia, tercatat anjlok 7,07% dalam 24 jam ke level terendah sejak November 2025, yakni USD 78.252, sebelum sedikit memulih di USD 78.719,63. Tekanan jual massal ini memicu likuidasi posisi leveraged senilai lebih dari USD 1,68 miliar (sekitar Rp 27 triliun) dalam satu hari, dengan 93% di antaranya adalah posisi long (taruhan kenaikan harga).

Penurunan tajam ini dipicu oleh sentimen pasar global yang defensif (risk-off) yang menyapu semua aset berisiko, dipicu oleh dua kekhawatiran utama: spekulasi mengenai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru dan aksi jual yang memperkuat diri (cascading liquidation) di pasar derivatif kripto.

tempat.co

Analisis Penyebab: Dari Washington hingga Likuidasi Berantai

Penurunan ini bukanlah koreksi biasa, melainkan hasil dari kombinasi faktor makroekonomi dan kerapuhan struktur pasar kripto sendiri.

1. Kekhawatiran Kebijakan The Fed yang Lebih “Hawkish”

Pemicu utama sentimen negatif adalah spekulasi kuat bahwa mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, akan ditunjuk sebagai ketua baru bank sentral AS tersebut. Warsh dikenal sebagai figur hawkish yang mendukung likuiditas yang lebih ketat dan neraca The Fed yang lebih kecil. Pasar khawatir era likuiditas longgar yang mendukung aset spekulatif seperti kripto akan segera berakhir.

Kekhawatiran ini semakin menjadi setelah The Fed pada rapat Januari memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75% tanpa sinyal pemotongan agresif, yang dianggap kurang mendukung.

2. Likuidasi Leverage Berantai yang Brutal

Kekhawatiran makro tersebut memicu aksi jual yang kemudian diperparah oleh struktur pasar kripto yang dipenuhi leverage (pinjaman). Berikut adalah rincian kerusakan yang terjadi:

Aspek LikuidasiData & Keterangan
Total Nilai Likuidasi (24 jam)USD 1,68 – 1,7 miliar (Rp 27 triliun)
Jumlah Trader TersapuSekitar 267.000 – 270.000 trader
Dominasi Posisi Long93% dari total likuidasi adalah posisi long (taruhan naik)
Aset Terparah (Nilai Likuidasi)Bitcoin (~USD 780 juta), diikuti Ethereum (~USD 414 juta)
Pusat LikuidasiTerkonsentrasi di bursa dengan produk derivatif besar seperti Hyperliquid, Bybit, dan Binance

Mekanisme cascading liquidation terjadi: harga turun memicu likuidasi paksa posisi long → likuidasi ini menciptakan tekanan jual baru → harga turun lebih dalam → memicu lebih banyak likuidasi.

3. Faktor Teknis dan Arus Keluar ETF

Tekanan tambahan datang dari arus keluar bersih (net outflow) dana dari Bitcoin Spot ETF di AS yang mencapai USD 1,1 miliar dalam lima hari berturut-turut, mengindikasikan investor institusional dan ritel sedang mengurangi risiko (de-risking). Selain itu, kedaluwarsa opsi (options expiry) besar senilai USD 8,8 miliar juga menambah volatilitas.

Dampak Pasar: Semuanya Merah, Volatilitas Tertinggi

Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Seluruh pasar kripto tenggelam dalam lautan merah, menandai koreksi luas.

  • Ethereum (ETH): Terperosok 11,76% ke level USD 2.387,77, dengan likuidasi yang signifikan.
  • Altcoin Mayor: Aset seperti Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Dogecoin (DOGE) juga terkoreksi antara 5-8% dalam 24 jam.
  • Kapitalisasi Pasar Global: Menyusut signifikan, turun sekitar 5% mendekati angka USD 2,87 triliun.

Prospek & Strategi: Apakah Ini Awal Bear Market?

Para analis memiliki pandangan beragam, namun cenderung melihat ini sebagai koreksi brutal yang sehat setelah euforia kenaikan harga sebelumnya.

  • Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur: Menekankan bahwa Bitcoin di 2026 sangat dipengaruhi faktor makro dan arus ETF. Ia menyebut, selama Bitcoin bertahan di atas support kunci (saat ini diuji di kisaran USD 80.000 – 81.000), tren jangka menengah masih terjaga.
  • Pantera Capital: Dalam laporannya, firma venture capital terkemuka ini menyatakan bahwa meski 2025 tahun yang sulit, fundamental jangka panjang masih kuat dengan adopsi institusional yang terus meluas.
  • Indodax, Antony Kusuma: Mengingatkan investor untuk memahami konteks risiko dan mempertimbangkan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) untuk mengurangi dampak volatilitas jangka pendek.

Panduan bagi Investor:

  1. Hindari Leverage Tinggi: Kondisi pasar sangat tidak stabil. Hindari trading dengan leverage besar yang bisa menghapus modal dengan cepat.
  2. Pantau Level Support Kritis: USD 80.000 menjadi level psikologis dan support penting. Jika tembus, potensi koreksi lebih dalam ke USD 75.000-78.000 terbuka.
  3. Fokus pada Jangka Panjang (HODL): Bagi investor long-term, periode koreksi bisa menjadi peluang akumulasi aset digital berkualitas dengan harga lebih menarik, tentu saja dengan alokasi portofolio yang prudent.
  4. Waspada Katalis Makro: Perkembangan penunjukan Ketua The Fed, data inflasi AS, dan arus ETF minggu depan akan menjadi penentu arah pasar.

Penurunan 7% Bitcoin adalah tamparan keras yang mengingatkan kembali akan volatilitas ekstrem dan risiko leverage di pasar kripto. Meski didorong sentimen makro yang tiba-tiba hawkish, kejadian ini juga berfungsi membersihkan pasar dari spekulasi berlebihan. Masa volatilitas tinggi diperkirakan masih berlanjut 1-2 minggu ke depan, di mana ketahanan investor dan kedisiplinan manajemen risiko akan diuji seiring pasar menanti kepastian kebijakan dari Washington. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow