Bandung

Warna Pastel hingga Gamis Modern, Tren Fesyen Muslim 2026 Menguat di Bandung

rakyatdemokrasi
×

Warna Pastel hingga Gamis Modern, Tren Fesyen Muslim 2026 Menguat di Bandung

Sebarkan artikel ini
Warna Pastel hingga Gamis Modern, Tren Fesyen Muslim 2026 Menguat di Bandung locusonline featured image Feb

[Locusonline.co] BANDUNG – Pendopo Kota Bandung menjadi saksi penegasan posisi kota itu sebagai jantung kreatif industri fesyen muslim Indonesia. Dalam perhelatan “Nooramadan: Cahaya Busana Islami 2026” yang sekaligus merayakan Hari Lahir ke-29 Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) Kota Bandung, Wali Kota Muhammad Farhan mendeklarasikan keunggulan kota berbasis desain eksklusif dan keberlanjutan, bukan produksi massal.

Acara ini menghimpun para perancang, akademisi, dan pelaku industri, menandai dimulainya siklus ekonomi kreatif yang digerakkan oleh momentum Ramadhan 1447 H.

tempat.co

Rekam Jejak Tiga Dekade: Dari Resistensi ke Pusat Kreasi Global

Dalam pidatonya, Wali Kota Farhan merefleksikan perjalanan panjang busana muslim Indonesia yang tak lepas dari dinamika sosial kota ini. Ia menyebut era 1980-an sebagai periode di mana penggunaan hijab masih menghadapi resistensi—sebuah tantangan yang justru membentuk karakter dan kedewasaan industri saat ini.

“Fesyen bukan sekadar pakaian. Ia adalah pernyataan identitas dan kebebasan berekspresi. Perjalanan panjang itulah yang membentuk kekuatan ekosistem kita hari ini,” tegas Farhan.

Dia menilai, hampir tiga dekade dedikasi IPBM telah membangun ekosistem kreatif yang solid, yang tak hanya menciptakan industri, tetapi juga membentuk identitas fesyen muslim Indonesia yang kini diakui luas.

Bandung vs. Fast Fashion: Strategi Keunggulan Berbasis Desain dan Keberlanjutan

Farhan menegaskan bahwa strategi Bandung berbeda dari pusat produksi massal. Keunggulan kompetitif kota ini terletak pada desain yang unik, personal, dan bernilai seni tinggi, yang menawarkan nilai tambah lebih besar dibandingkan fast fashion.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam industri. Inovasi daur ulang dan pengelolaan limbah fesyen disebut sebagai peluang sekaligus keharusan untuk menjawab tantangan lingkungan global.

Menyelami Tren Ramadhan 2026: Warna Pastel dan Fungsionalitas

Menjelang bulan suci, geliat industri fesyen muslim di Bandung semakin terasa. Berdasarkan pantauan terhadap platform media sosial UMKM dan pusat perbelanjaan, permintaan busana muslim menunjukkan tren kenaikan signifikan sejak awal Februari.

Masyarakat mencari busana yang tidak hanya religius, tetapi juga fungsional untuk berbagai kesempatan. Berikut adalah tren utama yang mendominasi pasar:

Aspek TrenKarakteristik DominanKeterangan & Contoh
Palet WarnaWarna-warna pastel yang kalem dan elegan.Krem, sage green, abu-abu muda.
Bahan PilihanBahan adem dan nyaman untuk aktivitas panjang.Katun, linen, rayon.
Model untuk ProfesionalSetelan rapi untuk lingkungan kerja formal.Tunik dengan celana bahan, kemeja muslim dengan chino.
Model untuk Kegiatan KasualBusana yang stylish untuk buka bersama & silaturahmi.Gamis brokat modern, setelan sarimbit, koko premium.

Sinergi Pemerintah dan Dukungan Menuju Masa Depan

Farhan mengungkapkan komitmen pemerintah pusat, melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, yang mendorong Bandung menjadikan fesyen sebagai sektor unggulan. Pemerintah Kota Bandung, kata dia, siap memperkuat dukungan melalui kolaborasi lintas dinas untuk memfasilitasi perkembangan industri ini lebih lanjut.

“Kami berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi industri busana muslim,” pungkas Farhan, menutup sambutannya. Komitmen ini kemudian diwujudkan dengan penyerahan jaket khusus rancangan desainer Tura Imara kepada Wali Kota, sebagai simbol sinergi antara pemerintah dan kreator lokal.

Perhelatan Nooramadan 2026 menjadi penegas bahwa Bandung tidak lagi sekadar mengikuti tren, tetapi aktif memimpin narasi fesyen muslim Indonesia dengan memadukan identitas budaya, kreativitas tinggi, dan tanggung jawab berkelanjutan, siap bersaing di panggung global. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow