[Locusonline.co] JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat menyusul insiden longsor di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pada Minggu (8/3/2026). Prioritas utama operasi ini adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta stabilisasi area terdampak agar pelayanan pengelolaan sampah segera pulih.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan bahwa tim segera dikerahkan begitu laporan kejadian diterima.
“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” ujar Asep di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Korban Jiwa dan Luka-Luka
Longsoran material sampah di TPST Bantargebang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden ini:Nama Korban Usia Keterangan Sumini 60 tahun Pemilik warung di sekitar lokasi Dedi Sutrisno – Pengemudi truk Sudin LH Jakarta Pusat Endah Widayati 25 tahun Pemulung
Selain itu, satu orang mengalami luka ringan:
- Slamet: Pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan, telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis. Kini kondisinya telah membaik dan diperbolehkan pulang.
Santunan dan Jaminan bagi Korban
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan akan memberikan santunan dan jaminan bagi para korban dan keluarganya.
- PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan) yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
- Biaya pengobatan bagi korban luka ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
- Santunan sosial akan diberikan kepada korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP.
“Serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” kata Asep.
Upaya Evakuasi dan Penanganan
Tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan stabilisasi area longsor. Koordinasi dilakukan dengan:
- Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya
- BPBD DKI Jakarta
- BPBD Kota Bekasi
- Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi
- Polsek Bantargebang
- Koramil 05/Bantargebang
Peralatan dan Sumber Daya yang Dikerahkan:
- 13 unit ekskavator untuk membuka timbunan material longsor dan mempercepat evakuasi.
- 2 unit ambulans dari DLH DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi yang disiagakan di lokasi.
Hingga saat ini, lima dari tujuh truk yang terdampak longsor telah berhasil dievakuasi. Proses evakuasi terus berlangsung secara simultan untuk memastikan tidak ada lagi korban dan area dapat segera distabilkan.
Dampak terhadap Pelayanan Pengelolaan Sampah
Meskipun terjadi insiden, DLH DKI Jakarta berkomitmen untuk memulihkan pelayanan pengelolaan sampah secepat mungkin. Operasi tanggap darurat difokuskan pada stabilisasi area terdampak agar aktivitas di TPST Bantargebang dapat kembali normal.
TPST Bantargebang merupakan fasilitas pengolahan sampah terpadu terbesar yang melayani wilayah DKI Jakarta. Kelancaran operasionalnya sangat krusial bagi sistem pengelolaan sampah ibu kota.
Kronologi Singkat Kejadian
Longsor terjadi di area TPST Bantargebang pada Minggu (8/3/2026) siang. Material sampah yang tidak stabil menimbun sejumlah kendaraan dan bangunan di sekitarnya, termasuk warung milik korban. Tim penyelamat langsung bergerak cepat setelah laporan diterima.
Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah mengimbau masyarakat, terutama yang berada di sekitar area TPST Bantargebang, untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Area terdampak telah dipasangi garis polisi dan dijaga ketat untuk mengamankan proses evakuasi dan investigasi penyebab longsor.
Insiden longsor di TPST Bantargebang menjadi peristiwa tragis yang merenggut tiga nyawa. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merespons cepat dengan mengaktifkan operasi tanggap darurat, mengerahkan tim gabungan dan alat berat untuk evakuasi, serta menjamin santunan bagi para korban. Fokus utama saat ini adalah penyelesaian evakuasi, stabilisasi area, dan pemulihan layanan pengelolaan sampah. (**)
“A powerful, photorealistic editorial illustration depicting the emergency response efforts at the Bantargebang landslide site. The scene shows a dramatic, slightly aerial view of the landslide area. Several bright orange excavators are actively digging through piles of debris. A team of rescuers in uniform (from BPBD, TNI, and Polri) are working together, some guiding the excavators, others searching the area. In the foreground, two ambulances with their lights on are parked, ready for evacuation. The sky is overcast, adding a somber tone to the scene. A faint, respectful silhouette of a medic comforting a distressed person is visible near the ambulances. The focus is on the coordinated, urgent effort to save and recover, highlighting the human and logistical response to the disaster.”













