[Locusonline.co] Jakarta – Kabar duka menyelimuti dunia politik dan pertahanan Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan, Prof. Dr. Juwono Sudarsono, meninggal dunia pada Jumat (27/3/2026) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan. Almarhum berpulang pada usia 84 tahun.
Kabar berpulangnya tokoh senior ini pertama kali diumumkan melalui akun Instagram resmi Kementerian Pertahanan @kemhan_ri. Menteri Pertahanan RI beserta seluruh keluarga besar Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa yang mendalam.
“Menteri Pertahanan Republik Indonesia beserta Keluarga Besar Kementerian Pertahanan Menyampaikan Belasungkawa Yang Mendalam Atas wafatnya Prof. Dr. Juwono Sudarsono,” demikian bunyi unggahan dalam story Instagram @kemhan_ri.
Kabar ini juga telah dikonfirmasi oleh Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait.
“Betul, Bapak Juwono Sudarsono beliau telah meninggal dunia,” ujarnya.
Rekam Jejak Pengabdian: Dua Kabinet, Dua Menteri
Juwono Sudarsono bukanlah sosok asing dalam pentas pemerintahan Indonesia. Ia memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang dan membanggakan. Almarhum pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup (1998–1999), kemudian dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie (1998–1999).
Namun, nama Juwono semakin melekat ketika ia dipercaya mengemban amanat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia dalam dua periode:Periode Masa Jabatan Presiden Pertama 1999 – 2000 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Kedua 2004 – 2009 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Kiprahnya di Kementerian Pertahanan meninggalkan warisan penting dalam modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) serta reformasi birokrasi di lingkungan TNI dan Kementerian Pertahanan.
Profesor dan Doktor: Cendekiawan Sejati
Di luar dunia birokrasi, Juwono Sudarsono dikenal sebagai akademisi dan intelektual yang disegani. Gelar profesor dan doktornya diraih dari Universitas Indonesia (UI), di mana ia lama menjadi pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI.
Sebagai seorang cendekiawan, ia kerap menulis dan memberikan pandangan kritis tentang politik, pertahanan, dan hubungan internasional. Pemikirannya yang tajam dan gaya komunikasinya yang santun menjadikannya sosok yang dihormati lintas generasi.
Pemakaman di Taman Makam Pahlawan
Pemerintah memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhum dengan rencana pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan terlebih dahulu di Gedung Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 29 Maret 2026, dengan rangkaian upacara militer sebagai penghormatan terakhir atas jasa-jasa almarhum kepada bangsa dan negara.
Reaksi dan Ucapan Duka
Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, kolega, serta seluruh insan Kementerian Pertahanan dan TNI.
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun media sosialnya menyampaikan belasungkawa. “Pak Juwono adalah menteri yang cerdas, berdedikasi, dan selalu mengutamakan kepentingan bangsa. Saya kehilangan sahabat dan rekan kerja yang luar biasa,” tulis SBY.
Menteri Pertahanan saat ini, Sjafrie Sjamsoeddin, juga menyampaikan penghormatan mendalam. “Beliau adalah teladan bagi kami semua. Dedikasi dan pemikirannya akan terus dikenang dalam sejarah pertahanan Indonesia,” ujar Sjafrie.
Warisan untuk Bangsa
Juwono Sudarsono meninggalkan warisan berupa pemikiran-pemikiran strategis tentang pertahanan negara yang masih relevan hingga kini. Komitmennya terhadap reformasi sektor pertahanan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan TNI menjadi fondasi bagi kemajuan yang terus dibangun hingga saat ini.
Di usia 84 tahun, almarhum telah menyelesaikan pengabdian panjangnya. Kini, keluarga besar Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.














