Internasional

Oracle PHK Ribuan Karyawan di Tengah Ekspansi AI, Estimasi Capai 30.000 Orang!

rakyatdemokrasi
×

Oracle PHK Ribuan Karyawan di Tengah Ekspansi AI, Estimasi Capai 30.000 Orang!

Sebarkan artikel ini
Oracle PHK Ribuan Karyawan di Tengah Ekspansi AI, Estimasi Capai 30.000 Orang! locusonline featured image Apr 2026

[Locusonline.co] Jakarta – Raksasa perangkat lunak Oracle dilaporkan tengah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak pada ribuan staf di seluruh dunia. Langkah drastis ini diambil di tengah upaya perusahaan meningkatkan pengeluaran besar-besaran untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari CNBC dan Rolling Out, pemberitahuan PHK dilakukan melalui email yang dikirimkan pada Selasa pagi pukul 06.00 waktu setempat. Para pekerja di Amerika Serikat, India, dan berbagai wilayah lainnya melaporkan bahwa akses ke sistem internal perusahaan dicabut hampir seketika setelah email tersebut diterima.

tempat.co

Estimasi PHK: 20.000–30.000 Karyawan, 18% dari Total Tenaga Kerja

Berdasarkan estimasi analis, pemangkasan ini bisa mencapai 20.000 hingga 30.000 karyawan, atau sekitar 18 persen dari total 162.000 tenaga kerja global Oracle per Mei 2025. Hingga saat ini, Oracle sendiri menolak memberikan komentar resmi terkait gelombang pengurangan tenaga kerja ini.

Estimasi PHKPersentase dari Total Karyawan
20.000 – 30.000 orang~18% (dari 162.000 karyawan)

Alasan PHK: Pendanaan Ekspansi AI

Langkah efisiensi ini berkaitan erat dengan ambisi Oracle dalam persaingan infrastruktur AI. Analis dari TD Cowen dalam catatannya menyebutkan bahwa pengurangan 20.000 hingga 30.000 staf dapat menghasilkan tambahan arus kas bebas sebesar 8 miliar dolar AS hingga 10 miliar dolar AS.

Dana tersebut sangat dibutuhkan untuk membiayai pembangunan pusat data yang mampu menangani beban kerja AI yang berat. Saat ini, Oracle menghadapi tekanan investor akibat beban utang yang meningkat dan penurunan harga saham hingga 25 persen sepanjang tahun ini.

“Permintaan untuk infrastruktur AI, baik GPU maupun CPU, terus melampaui pasokan,” kata Clay Magouyrk, salah satu pimpinan Oracle, dalam panggilan pendapatan bulan ini.

Divisi yang Paling Terdampak

Berdasarkan laporan dari forum profesional, beberapa unit bisnis mengalami pengurangan staf hingga 30 persen. Unit yang paling terdampak antara lain:

DivisiKeterangan
Revenue and Health Sciences (RHS)Divisi pendapatan dan ilmu kesehatan
SaaS and Virtual Operations Services (SVOS)Layanan operasi virtual dan SaaS
Pusat pengembangan NetSuite di IndiaPusat pengembangan produk NetSuite

Seorang manajer di unit SVOS mengonfirmasi bahwa peran tingkat manajerial juga ikut dipangkas dalam penyisiran organisasi kali ini.

Dampak bagi Karyawan: Akses Dicabut, RSU Hangus

Karyawan yang terdampak di India menyebutkan bahwa paket pesangon akan diberikan berdasarkan masa kerja. Namun, unit saham terbatas (Restricted Stock Units/RSU) yang belum vest (belum menjadi hak penuh karyawan) dinyatakan hangus.

Dalam email pemberitahuan, manajemen Oracle menyatakan bahwa posisi karyawan dihapus sebagai bagian dari perubahan organisasi. Karyawan diminta memperbarui alamat email pribadi untuk proses administrasi pemutusan hubungan kerja melalui DocuSign.

Beberapa staf diinstruksikan bahwa tanggal formal terakhir mereka bekerja adalah 3 April, diikuti dengan periode garden leave selama satu bulan. Bagi mereka yang memiliki saham yang sudah vest, akses tetap diberikan melalui platform Fidelity.

Kondisi Keuangan: Laba Melonjak, Tapi Tekanan Utang Tetap Tinggi

Meskipun Oracle mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 95 persen menjadi 6,13 miliar dolar AS pada kuartal terakhir, perusahaan tetap agresif mencari pendanaan luar. Pada Januari lalu, Oracle mengumumkan rencana untuk menghimpun utang dan ekuitas senilai 50 miliar dolar AS.

Ekspansi ini didorong oleh kontrak besar, termasuk kesepakatan senilai lebih dari 300 miliar dolar AS dengan OpenAI. Hingga September, kewajiban kinerja tersisa (Remaining Performance Obligations/RPO) Oracle melonjak 359 persen menjadi 455 miliar dolar AS akibat tingginya permintaan infrastruktur cloud.

IndikatorAngka
Laba bersih kuartal terakhir6,13 miliar dolar AS (+95%)
Rencana pendanaan50 miliar dolar AS (utang & ekuitas)
Kontrak dengan OpenAI300+ miliar dolar AS
RPO (hingga September)455 miliar dolar AS (+359%)

Persaingan Cloud: Oracle vs Amazon

Investasi besar pada pusat data ini diharapkan akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan di tengah persaingan ketat dengan rival cloud seperti Amazon Web Services (AWS). Dengan fokus pada infrastruktur AI yang semakin diminati, Oracle berupaya mengejar ketertinggalannya di pasar cloud yang dikuasai oleh Amazon, Microsoft, dan Google.

PHK massal Oracle yang diperkirakan mencapai 30.000 karyawan menjadi langkah strategis perusahaan untuk membiayai ekspansi infrastruktur AI di tengah tekanan investor dan persaingan ketat. Meskipun laba melonjak dan kontrak besar diraih, beban utang dan penurunan harga saham memaksa Oracle melakukan efisiensi tenaga kerja secara masif.

Bagi karyawan yang terdampak, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan dengan cara instan—akses internal langsung dicabut—menimbulkan gejolak tersendiri. Sementara bagi Oracle, langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisinya dalam perlombaan AI global. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow