[Locusonline.co] BANDUNG BARAT – Kasus pembunuhan seorang siswa SMP yang jasadnya ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya menemukan titik terang. Polres Cimahi berhasil membekuk dua orang tersangka pada Sabtu malam, 14 Februari 2026. Keduanya masih berstatus pelajar di bawah umur, berinisial YA (16) dan AP (17).
Penangkapan dilakukan di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, setelah kedua pelaku sempat berpindah-pindah tempat persembunyian. “Keduanya diketahui masih berusia di bawah umur dan ditangkap di Garut,” ujar Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra dalam konferensi pers di Cimahi, Minggu (15/2).
Kronologi: Dari Tiket Kereta hingga Kabar Hoaks Penculikan
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin sore, 9 Februari 2026. Pelaku diketahui sengaja datang ke Bandung menggunakan moda transportasi kereta api untuk menemui korban ZAAQ. Namun, apa yang terjadi setelah pertemuan itu masih menjadi misteri yang tengah didalami penyidik.
Setelah eksekusi diduga dilakukan di lokasi eks Kampung Gajah, para pelaku tidak langsung kabur. Mereka justru menguasai ponsel milik korban dan menyebarkan informasi palsu bahwa ZAAQ menjadi korban penculikan. Informasi inilah yang sempat heboh di media sosial dan membuat publik serta keluarga korban cemas selama beberapa hari.
“Informasi soal korban yang diculik ini sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban dalam penguasaan pelaku,” tegas AKBP Niko.
Penemuan Jasad: Berawal dari Siaran Langsung Medsos
Jasad korban baru ditemukan pada Jumat malam, 13 Februari 2026, secara tidak sengaja oleh seorang saksi yang sedang melakukan siaran langsung (live streaming) media sosial di area bekas tempat wisata Kampung Gajah. Penemuan ini sontak menggegerkan warga dan menjadi awal terkuaknya kasus pembunuhan yang sebelumnya disamarkan sebagai aksi penculikan.
“Korban dihabisi pada Senin sore dan pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian beberapa hari kemudian, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang siaran langsung pada Jumat malam,” jelas AKBP Niko.
Pengejaran dan Penangkapan
Usai ditemukannya jasad, tim Resmob Satreskrim Polres Cimahi langsung bergerak cepat. Dari hasil penyelidikan, diketahui kedua pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Tasikmalaya. Namun, mereka kembali bergerak menuju Garut dan akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan pada Sabtu malam.
Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif pembunuhan. Mengingat status keduanya yang masih di bawah umur, proses hukum akan mengikuti mekanisme peradilan anak.
Motif Masih Gelap, Keluarga Korban Berduka
Hingga berita ini diturunkan, motif sebenarnya di balik pembunuhan sadis tersebut masih belum terungkap. Penyidik masih terus menggali keterangan dari kedua tersangka serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi.
Keluarga korban yang berdomisili di luar kota tampak terpukul. ZAAQ diketahui tinggal sendiri di Bandung dan diduga kerap berkomunikasi dengan para pelaku sebelum kejadian. Kabar hoaks penculikan yang sempat beredar juga sempat membuat keluarga sempat salah arah dalam pencarian.
Catatan Kritis: Darurat Kekerasan di Kalangan Remaja?
Kasus ini kembali menyoroti fenomena kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur. Dengan pelaku dan korban yang sama-sama masih berstatus pelajar, publik bertanya-tanya apa yang memicu konflik hingga berujung pada hilangnya nyawa.
Keberadaan media sosial dan kemudahan komunikasi juga menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi membantu penyebaran informasi, di sisi lain dimanfaatkan pelaku untuk menyebarkan hoaks dan menghilangkan jejak.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada terhadap pergaulan anak-anaknya. Pengawasan terhadap penggunaan ponsel dan media sosial dinilai menjadi langkah preventif penting untuk mencegah tragedi serupa terulang.
Proses Hukum Berlanjut
Saat ini, kedua tersangka masih ditahan di Mapolres Cimahi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mengecek kemungkinan adanya pelaku lain yang turut serta dalam aksi pembunuhan ini.
“Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya,” pungkas AKBP Niko.
Perkembangan kasus ini akan terus diinformasikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. (**)














