Bandung

Penghargaan Adipura 2025 Kosong, Menteri LH Temukan TPS Liar di Banyak Kota

rakyatdemokrasi
×

Penghargaan Adipura 2025 Kosong, Menteri LH Temukan TPS Liar di Banyak Kota

Sebarkan artikel ini
Penghargaan Adipura 2025 Kosong, Menteri LH Temukan TPS Liar di Banyak Kota locusonline featured image Mar
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline.co] BANDUNG – Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Lingkungan Hidup. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengumumkan bahwa tidak ada satu pun kota atau kabupaten di Indonesia yang berhasil meraih Piala Adipura pada tahun 2025. Predikat bergengsi di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan itu terpaksa tidak diberikan karena belum ada daerah yang memenuhi kriteria secara menyeluruh.

Hanif mengungkapkan, sejumlah daerah yang sebelumnya dijagokan ternyata masih memiliki persoalan mendasar yang tak kunjung terselesaikan.

tempat.co

“Surabaya yang kita gadang-gadang Adipura, begitu kita ke Benowo itu sampah TPS liarnya hampir di sebagian besar. Begitu kita keluar kota sedikit, kotornya juga perlu diperbaiki. Kita ke Balikpapan, ternyata begitu kita keluar dari jalan protokol masuk ke kampung-kampung 100 meter, kondisinya sama,” kata Hanif di Bandung, Sabtu (28/2/2026).

Adipura Bukan Sekadar Sapu Jalan Protokol

Selama ini, banyak daerah yang mungkin terjebak dalam “jebakan jalan protokol.” Mereka hanya fokus membersihkan jalan-jalan utama yang terlihat, sementara di belakangnya, di gang-gang sempit dan permukiman padat, tumpukan sampah berserakan tak terurus.

Hanif menegaskan bahwa penilaian Adipura bersifat komprehensif. Bukan hanya jalan protokol, tetapi seluruh wilayah kota, termasuk kampung, permukiman, hingga TPS liar, menjadi bahan evaluasi.

“Kalau hanya protokolnya saja, itu semua orang bisa. Tidak perlu Adipura, cukup disapu jalan protokolnya. Yang komprehensif tidak semua bisa, ” ujarnya tegas.

Dua Penyakit Utama: TPS Liar dan Pembuangan Terbuka

Menurut Hanif, ada dua persoalan klasik yang masih menghantui hampir semua daerah di Indonesia dan menjadi penghalang utama meraih Adipura:

  1. Pembuangan sampah terbuka (open dumping) yang masih dilakukan di banyak tempat.
  2. Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar yang bermunculan akibat tidak terkelolanya sampah dengan baik.

Selama dua persoalan ini masih ada, kata Hanif, maka mustahil sebuah daerah meraih Adipura.

Anggaran dan Kebijakan Juga Jadi Sorotan

Selain persoalan teknis di lapangan, pemerintah pusat juga akan mengevaluasi aspek anggaran dan kebijakan. Apakah alokasi anggaran daerah untuk sektor lingkungan hidup sudah memadai? Apakah kebijakan yang diambil sudah tepat sasaran?

Terutama untuk kota-kota besar dengan jumlah penduduk jutaan orang, persoalan sampah adalah persoalan kompleks yang membutuhkan pendekatan serius, bukan sekadar kerja bakti mingguan.

Adipura: Representasi Kerja Semua Pihak

Hanif menekankan bahwa Piala Adipura bukanlah sekadar penghargaan simbolis. Ia adalah representasi dari upaya seluruh pemangku kepentingan di sebuah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang baik.

“Kinerja itu kalau kita lihat sampah di sungai selesai, jalan selesai, itu 100 persen semua itu baru Adipura. Jadi Adipura harus merepresentasikan upaya semua stakeholder di kota dan kabupaten dalam membangun pengolahan sampah yang baik, ” katanya.

Pelajaran Berharga untuk Semua Daerah

Keputusan untuk tidak memberikan Piala Adipura di tahun 2025 adalah sebuah pesan keras dari pemerintah pusat kepada seluruh daerah di Indonesia. Bahwa penghargaan tidak bisa dibeli dengan proyek-proyek mercusuar atau kebersihan temporer.

Dibutuhkan komitmen jangka panjang, sistem yang terintegrasi, dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk benar-benar menciptakan kota yang bersih dan sehat.

Bagi daerah-daerah yang selama ini bermimpi meraih Adipura, tahun 2026 adalah waktu untuk berbenah. Evaluasi total, perbaiki sistem, libatkan masyarakat, dan buktikan bahwa Anda layak menyandang predikat kota terbersih di Indonesia. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow