LOCUSONLINE, GARUT – Selama Ramadan hingga jelang Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan siaga penuh menjaga pasokan dan harga bahan pokok di pasar rakyat, jangan sampai meja makan warga ikut terdampak gejolak musiman.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut, Ridwan Efendy, memastikan ketersediaan bahan pangan berada dalam kondisi aman hingga hari raya.
“Kami pastikan untuk warga Garut hingga Lebaran nanti stok bahan pangan aman,” kata Ridwan Efendy.
Pemantauan dilakukan di seluruh pasar rakyat, termasuk Pasar Induk Guntur Ciawitali, melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Koordinasi dengan Perum Bulog juga dilakukan untuk menjamin stok beras tetap mencukupi. Data yang dihimpun mencatat sekitar 7.090 ton beras kemasan 50 kilogram serta 12,6 ton beras SPHP tersedia dan siap didistribusikan ke pasar.
“Tercatat ada sekitar 7.090 ton beras kemasan 50 kilogram dan 12,6 ton beras SPHP yang siap didistribusikan,” katanya.
Selain memastikan pasokan, Disperindag ESDM Garut turut mengawasi pola distribusi guna menekan potensi lonjakan harga. Salah satu fokusnya adalah distribusi minyak goreng rakyat Minyakita yang kini mengikuti skema baru sesuai Permendag Nomor 43 Tahun 2025. Dalam skema tersebut, Perum Bulog bersama ID Food menyalurkan langsung ke pedagang eceran di pasar rakyat, tanpa perantara berlapis.
Model direct supply itu dirancang untuk memangkas rantai distribusi sehingga harga dapat lebih terkendali. Pemerintah daerah berharap jalur yang lebih pendek tidak memberi ruang bagi permainan harga di tingkat tengah.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










