LOCUSonline, KOTAWARINGIN BARAT – Di tengah dunia pendidikan yang terus berubah kadang lebih cepat dari kesiapan pelaksana di lapangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar sosialisasi kurikulum terbaru untuk satuan pendidikan nonformal (PNF) tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Andika, Rabu (22/4), diikuti oleh 28 pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Kotawaringin Barat. Agenda ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pengelola dalam menerapkan kurikulum yang disebut-sebut harus “adaptif, kontekstual, dan relevan” tiga kata kunci yang sering terdengar ideal, meski implementasinya kerap penuh tantangan.
Sekretaris Dinas Dikbud Kobar, Irfansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi masyarakat yang tidak terjangkau pendidikan formal.
“Kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut terdengar lugas, namun di lapangan, “menjawab kebutuhan” sering kali berarti menyesuaikan dengan kondisi yang serba terbatas dari fasilitas hingga sumber daya pengajar.
Sebagai narasumber, Cucu Sukmara menekankan pentingnya kurikulum yang fleksibel dan berbasis kebutuhan peserta didik.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran di PKBM tidak bisa disamakan dengan sekolah formal. Kurikulum harus bisa menyesuaikan dengan latar belakang peserta yang beragam, mulai dari usia, pekerjaan, hingga motivasi belajar.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









