NewsPendidikan

Belanja Pendidikan per Siswa Dunia 2026: Luxembourg Rp538 Juta, Indonesia Rp11 Juta, Investasi Ilmu atau Sekadar Ada?

bhegins
×

Belanja Pendidikan per Siswa Dunia 2026: Luxembourg Rp538 Juta, Indonesia Rp11 Juta, Investasi Ilmu atau Sekadar Ada?

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image amz1jamz1jamz1ja
Gambar Ilustrasi Generated by Gemini AI

LOCUSonline, JAKARTA – Di panggung global pendidikan, angka belanja per siswa tampaknya menjadi cermin yang cukup jujur: siapa yang benar-benar “berinvestasi”, dan siapa yang masih berusaha sekadar “bertahan”.

Data terbaru yang dirilis Visual Capitalist menunjukkan jurang yang tak bisa lagi disebut sekadar perbedaan, melainkan kesenjangan struktural. Negara-negara kaya menghabiskan puluhan ribu dolar AS per siswa, sementara negara berkembang masih berkutat di angka yang jauh lebih rendah.

tempat.co

Di posisi teratas, Luxembourg tampil tanpa basa-basi dengan belanja sekitar US$31.439 per siswa atau setara Rp538,86 juta. Angka ini bukan hanya besar, tapi hampir terasa seperti “kelas premium” dalam dunia pendidikan global.

Disusul Norway dengan lebih dari US$21.000 per siswa, serta negara-negara seperti Austria dan Denmark yang konsisten berada di kisaran US$18.000–US$21.000.

Fenomena ini bukan kebetulan. Model welfare state yang dianut negara-negara tersebut menjadikan pendidikan sebagai layanan publik utama bukan sekadar program, apalagi proyek tahunan.

Rata-rata negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development berada di kisaran US$15.000 per siswa. Namun rata-rata ini, seperti biasa, menyimpan cerita yang lebih kompleks.

Negara-negara Eropa Barat dan Amerika Utara cenderung berada jauh di atas angka tersebut. Sementara beberapa negara maju seperti Japan, Italy, dan Spain justru masih berada di bawah rata-rata, mengingatkan bahwa “maju” tidak selalu berarti “paling royal”.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow