ArtikelInternasionalNasionalNewsPolitik

Prabowo Berkirim Belasungkawa, Dunia Masih Sibuk Menghitung Asap Perang

bhegins
×

Prabowo Berkirim Belasungkawa, Dunia Masih Sibuk Menghitung Asap Perang

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image or596oor596oor59
Gamabar Ilustrasi AI

LOCUSONLINE, JAKARTA – Di tengah bara konflik yang belum juga padam, Presiden Prabowo Subianto memilih jalur diplomasi yang paling klasik, menulis surat belasungkawa. Pesan itu ditujukan kepada pemerintah Iran atas wafatnya Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada awal Maret 2026.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Rabu (4/3/2026). Surat duka itu dikirim menjelang prosesi pemakaman Khamenei yang direncanakan berlangsung di kota suci Mashhad.

tempat.co

Surat resmi tersebut diserahkan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan di Jakarta. Dokumen itu ditujukan langsung kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Menurut Teddy, pesan dari Presiden Indonesia itu berisi ungkapan belasungkawa mendalam atas wafatnya Khamenei yang selama puluhan tahun menjadi figur sentral dalam politik Iran.

Baca Juga : Minyak RI Ketar-Ketir Karena 19 Persen Tergantung Jalur Panas Selat Hormuz

Sugiono menjelaskan bahwa penyampaian duka cita melalui surat dipilih sebagai cara resmi dalam hubungan antarnegara. Ia menilai bentuk komunikasi tertulis lebih mencerminkan formalitas diplomatik dibandingkan pernyataan terbuka.

Selain menyampaikan duka, pemerintah Indonesia juga menyoroti eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Sugiono menegaskan Indonesia berharap ketegangan segera mereda serta mengingatkan pentingnya menghormati hukum internasional.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo membuka kemungkinan untuk berperan sebagai mediator apabila kedua pihak yang berkonflik bersedia. Menurutnya, prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa harus tetap menjadi rujukan utama dalam menyelesaikan konflik.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow