[Locusonline.co] BANDUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Bandung mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang masih akan melanda wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, dalam sepekan ke depan. Masyarakat diminta waspada terhadap risiko banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat hujan lebat yang disertai angin kencang.
Kepala BMKG Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengungkapkan bahwa sejumlah faktor global dan regional terpantau aktif dan berkontribusi terhadap pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.
Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem
Beberapa kondisi atmosfer yang menyebabkan tingginya intensitas hujan antara lain:Faktor Dampak Suhu muka laut hangat Meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jawa Barat Madden Julian Oscillation (MJO) aktif Memicu pertumbuhan awan hujan skala luas Gelombang atmosfer frekuensi rendah Memperkuat potensi hujan Daerah belokan dan pertemuan angin (konvergensi) Memicu pertumbuhan awan konvektif lokal Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia Dampak tidak langsung: hujan lebat & angin kencang di Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali
“Labilitas atmosfer berada pada kategori ringan hingga kuat. Ini menjadi kondisi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif skala lokal, terutama pada siang hingga sore hari,” kata Teguh Rahayu, Kamis (5/3/2026).
Pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 13.10 WIB, hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Di Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung, tercatat:
- Kecepatan angin: 31,5 km/jam
- Intensitas hujan: 17 mm/jam (kategori lebat)
Intensitas hujan setinggi ini berpotensi meningkatkan limpasan air permukaan yang dapat menyebabkan genangan hingga banjir di titik-titik rawan.
Berdasarkan interpretasi citra radar, pertumbuhan sel awan konvektif awalnya terpantau di wilayah selatan Purwakarta dan utara Bandung Barat. Awan tersebut kemudian berkembang, mencapai fase matang di sekitar Cianjur, lalu bergerak ke timur dan memasuki wilayah Kota Bandung sekitar pukul 13.09 WIB, kemudian meluas ke Bandung Timur pada pukul 13.33 WIB.
Reflektivitas radar berkisar antara 35–45 dBZ pada periode 13.01–13.33 WIB, mengindikasikan peningkatan intensitas hujan yang signifikan.
Dampak di Wilayah Lain
Kejadian serupa juga dilaporkan di sejumlah daerah lain, seperti:
- Kabupaten/Kota Sukabumi
- Kabupaten/Kota Bandung
- Sumedang
- Cirebon
- Kuningan
Aktivitas awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) memicu hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang. Di beberapa titik, dilaporkan terjadi pohon tumbang serta kerusakan ringan.
Imbauan BMKG: Waspada dan Siaga!
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis, seperti:
- Hujan lebat hingga sangat lebat
- Angin kencang
- Banjir dan genangan
- Tanah longsor (terutama di wilayah perbukitan)
- Pohon tumbang
“Warga diminta tetap tenang namun siaga, kenali risiko di lingkungan sekitar, serta selalu perbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG dan ikuti arahan pemerintah daerah apabila terjadi kondisi darurat,” pesan Teguh.
Masyarakat juga diingatkan agar berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, maupun udara, mengingat cuaca dapat berubah secara cepat dalam beberapa hari ke depan. (**)













