LOCUSonline, BANDUNG – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2025 menghadirkan ironi yang cukup menggelitik, ketika gaji resmi seorang gubernur masih setara biaya hidup satu keluarga sederhana, sumber kekayaan justru datang dari dunia digital yang tak mengenal jam kantor.
Berdasarkan data LHKPN, total kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tercatat melampaui Rp20 miliar. Angka ini berdiri kontras dengan gaji pokoknya sebagai kepala daerah yang berada di kisaran Rp8,1 juta per bulan, jumlah yang jika diandalkan sendiri, mungkin hanya cukup untuk membeli kopi sambil memikirkan anggaran.
Dalam laporan tersebut, porsi terbesar kekayaan Dedi berasal dari aset properti. Nilai tanah dan bangunan yang dimilikinya mencapai Rp13,44 miliar, tersebar di wilayah Subang dan Purwakarta. Sementara itu, koleksi kendaraan baik roda dua maupun roda empat ditaksir bernilai Rp7,97 miliar. Harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp3,97 miliar.
Namun, yang paling menarik bukanlah angka-angka itu, melainkan “sumber energi ekonomi” di baliknya. Di tengah keterbatasan gaji formal, kanal digital milik Dedi justru tampil sebagai tulang punggung finansial yang lebih produktif dibanding jam kerja birokrasi.
Dua kanal YouTube miliknya Kang Dedi Mulyadi Channel dan Lembur Pakuan Channel diproyeksikan menghasilkan pendapatan signifikan. Kanal utama diperkirakan meraup antara Rp274 juta hingga Rp4,44 miliar per tahun, sementara kanal lainnya berpotensi menghasilkan Rp686 juta hingga Rp11 miliar per tahun.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









