ArtikelfeaturedInternasionalNewsPolitik

Timur Tengah di Mode ‘Hard: Payung Amerika Bocor dan Rusia Jadi Tukang Damai

bhegins
×

Timur Tengah di Mode ‘Hard: Payung Amerika Bocor dan Rusia Jadi Tukang Damai

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image vz86k1vz86k1vz86
Gamabar AI

LOCUSONLINE, GARUT – Ketegangan di Timur Tengah kini tak lagi sekadar drama militer episodik. Panggung konflik mulai berubah dari operasi terbatas menjadi potensi perang terbuka yang bisa menjalar ke mana-mana. Pola eskalasi yang terbentuk memperlihatkan satu hal dimana peta keamanan kawasan yang selama ini saling terikat oleh kepentingan energi dan ekonomi kini justru menyeret negara-negara monarki Teluk masuk ke pusaran konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Presiden Middle East Studies Center sekaligus dosen tamu di HSE University Moskow, Murad Sadygzade, menilai pelebaran konflik tersebut bukanlah kejadian spontan. Menurutnya, langkah itu mengikuti kalkulasi strategis yang dianggap logis oleh Iran. Dalam perspektif Teheran, keterlibatan langsung Amerika Serikat baik lewat serangan, dukungan intelijen, maupun penyediaan pangkalan militer sudah cukup untuk mengubah Washington dari sekadar penonton menjadi pemain aktif di medan perang.

tempat.co

Murad menjelaskan, jika sebuah negara sudah ikut bermain di lapangan, maka konsekuensinya jelas, dimana semua fasilitas militer negara tersebut di kawasan menjadi sasaran sah. Artinya, pangkalan militer, pusat logistik, hingga jalur transportasi yang menopang operasi Amerika berpotensi masuk daftar target.

Dengan logika itu, medan konflik tak lagi berhenti di wilayah udara Iran atau kawasan Israel. Menurut Murad, ruang tempur kini meluas ke seluruh jaringan pendukung kekuatan Amerika di kawasan mulai dari fasilitas komando hingga pelabuhan dan koridor transportasi yang menopang mobilitas militer.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow