Menurutnya, sekitar sepuluh universitas akan terlibat dalam upaya pengembangan sektor industri tersebut, dengan fokus pada penguatan potensi lokal yang dimiliki daerah.
Baca Juga : Garut Plaza Setengah Kosong, PKL Disuruh Pindah: Ramadan Jadi Alasan “Move On” Ekonomi
Sementara itu, Wakil Rektor IV IPB University bidang konektivitas global, kerja sama, dan alumni, Iskandar Z Siregar, menjelaskan bahwa kunjungan tim IPB bertujuan mendiskusikan konsep pembangunan industri terpadu atau Integrated Industrial Development.
Ia menyampaikan bahwa tahap awal program tersebut akan dimulai dengan identifikasi menyeluruh terhadap berbagai permasalahan yang saat ini dihadapi sektor industri kulit di Garut.
Proses tersebut, menurutnya, diperlukan agar perencanaan pengembangan industri dapat disusun secara lebih komprehensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga kalangan akademisi.
Direktur Australia-Indonesia Centre, Kevin Evans, menilai Garut memiliki potensi besar dalam sektor agrobisnis, termasuk produksi kulit yang selama ini sudah dikenal luas.
Ia menyebut kualitas produk kulit dari Garut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh, terutama jika didukung dengan teknologi, jaringan pemasok, serta akses ke pasar internasional.
Menurut Kevin, AIC dapat berperan sebagai penghubung dalam penyediaan teknologi, jaringan suplai, serta akses pasar yang diperlukan agar industri kulit Garut mampu bersaing di tingkat global.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









