Karena seperti yang sering terjadi, energi bisa mengalir ke kota besar, sementara daerah penghasil masih menunggu aliran manfaatnya.
Selain proyek besar, Pemkab Garut juga mendorong dukungan konkret berupa pemasangan instalasi listrik untuk wilayah pedesaan yang masih belum terjangkau.
Langkah ini menjadi penting, mengingat di tengah geliat proyek energi skala nasional, masih ada rumah-rumah di pelosok yang belum menikmati listrik secara layak.
“Semoga bantuan instalasi listrik untuk desa-desa bisa terealisasi,” ujar Syakur.
Kisah Garut sebenarnya bukan hal baru di Indonesia: daerah dengan potensi energi melimpah, namun belum sepenuhnya merasakan manfaatnya secara merata.
Dengan dorongan baru ini, pemerintah daerah berharap narasi tersebut bisa berubah dari sekadar “lumbung energi” menjadi daerah yang benar-benar ikut maju karena energinya sendiri.
Namun, seperti biasa, publik mungkin akan menunggu satu hal paling krusial, apakah proyek ini akan benar-benar terealisasi, atau kembali menjadi energi yang menguap di ruang rapat.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









