EkonomiInternasionalNasionalNewsOpini

Ketika Ekonomi China Melambat, Indonesia Ikut Menahan Napas

bhegins
×

Ketika Ekonomi China Melambat, Indonesia Ikut Menahan Napas

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image cu0y89cu0y89cu0y
Gambar Ilustrasi AI

Situasi tersebut penting bagi Indonesia karena hubungan perdagangan kedua negara selama ini mencakup berbagai komoditas utama, mulai dari hasil tambang hingga bahan baku industri.

Selain sektor perdagangan, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah investasi. Dalam beberapa tahun terakhir, China menjadi salah satu investor asing terbesar di Indonesia, khususnya dalam proyek hilirisasi sumber daya alam, manufaktur, serta kawasan industri.

tempat.co

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia menunjukkan realisasi investasi China di Indonesia mencapai sekitar 7,5 miliar dolar AS sepanjang 2025. Meskipun angka ini sedikit menurun dibandingkan 8,1 miliar dolar AS pada 2024, China tetap menjadi salah satu sumber investasi asing utama.

Karena itu, perlambatan ekonomi di China berpotensi memengaruhi kecepatan ekspansi investasi di Indonesia. Jika perusahaan-perusahaan China mulai menahan belanja modal, sejumlah proyek baru maupun ekspansi industri di Indonesia bisa berjalan lebih lambat.

Risiko tersebut terutama relevan bagi sektor-sektor yang selama ini banyak menarik investor China, seperti pengolahan mineral, manufaktur, energi, dan pengembangan kawasan industri.

Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan Chatib Basri sebelumnya pernah mengingatkan bahwa dampak perlambatan ekonomi China terhadap Indonesia tidak bisa dianggap kecil.

Dalam sejumlah analisisnya, ia memperkirakan bahwa setiap penurunan satu persen pertumbuhan ekonomi China dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 0,3 persen.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow