Hal itu terjadi karena ketergantungan perdagangan antara kedua negara cukup besar. Ketika ekonomi China melemah, kinerja ekspor Indonesia cenderung ikut tertekan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik.
Dengan demikian, keputusan China menurunkan target pertumbuhan ekonominya bukan sekadar koreksi angka tahunan. Bagi Indonesia, langkah tersebut juga menjadi sinyal bahwa risiko terhadap ekspor, harga komoditas, serta arus investasi perlu dicermati lebih serius di tengah dinamika ekonomi global yang semakin tidak pasti.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









